MENTERI Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan alias Zulhas menargetkan Jakarta akan bersih dari sampah berkat proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL). “Mereka tidak akan terus menumpuk, berbau, dan membanjiri jalan mereka lagi. Insya Allah dua tahun lagi,” kata Zulkifli di kantor Kementerian Koordinator Pangan di Jakarta, Senin, 4 Mei 2026.
Pernyataan itu disampaikan Zulkifli usai agenda penandatanganan nota kesepahaman PSEL antara BPI Danantara dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Zulhas mengatakan timbunan sampah di Jakarta bisa mencapai 8.000 ton per hari. Sementara itu, mayoritas penanganan sampah dilakukan dengan mengandalkan pembuangan terbuka atau open dumping seperti di Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu Bantar Gebang, Bekasi, Jawa Barat.
Namun, sejumlah pembuangan terbuka, termasuk Bantar Gebang, telah melebihi kapasitas. Ia memperkirakan tumpukan sampah di Bantar Gebang setara dengan gedung 17 lantai.
Politikus PAN itu mengatakan, Jakarta bersedia mempercepat penanganan darurat sampah perkotaan melalui Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025. Artinya, sampah di Jakarta akan dikelola menjadi listrik. Zulhas mengatakan, Gubernur Jakarta Pramono Anung mengusulkan dua lokasi PSEL yakni Bantar Gebang dan Tanjungan Kamal Muara.
Adapun CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani memperkirakan nilai investasi dari proyek PSEL dengan kapasitas total 8.000 ton sampah mencapai US$ 1 juta. Ia menargetkan proyek PSEL Jakarta bisa beroperasi pada 2028.
Namun ia berharap kapasitas PSEL bisa mencapai lebih dari 8.000 ton agar dapat mengolah sampah lama. “Tapi outcome-nya memang mungkin efisiensinya lebih rendah. Tapi semua sampah lama dan baru itu bisa diambil, bisa langsung diolah, tidak perlu dipisahkan lagi,” kata Rosan.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·