Liputan6.com, Jakarta - Bisnis ternak yang menjanjikan untuk pemula di 2026 semakin diminati karena memiliki peluang keuntungan yang cukup besar dan kebutuhan pasar yang terus meningkat. Beberapa jenis ternak juga bisa dimulai dengan modal sederhana dan lahan terbatas.
Banyak orang mulai melirik bisnis ternak yang menjanjikan untuk pemula di 2026 karena perawatannya kini lebih mudah dipelajari, bahkan oleh pemula. Selain itu, hasil ternak seperti telur, daging, maupun ikan selalu memiliki permintaan yang stabil di pasaran.
Perkembangan pemasaran digital turut membantu pelaku usaha menjalankan bisnis ternak yang menjanjikan untuk pemula di 2026 dengan jangkauan pasar yang lebih luas. Dengan memilih jenis ternak yang tepat, peluang mendapatkan penghasilan jangka panjang pun semakin terbuka.
Berikut Liputan6.com merangkum dari berbagai sumber tentang bisnis ternak yang menjanjikan untuk pemula di 2026, Selasa (12/5/2026).
1. Ternak Lele
Ternak lele menjadi salah satu usaha peternakan yang cukup menjanjikan karena permintaan pasar terus meningkat dan proses budidayanya relatif mudah dilakukan. Lele juga memiliki masa panen yang cukup cepat, sekitar 2–3 bulan, sehingga cocok bagi pemula yang ingin mendapatkan perputaran modal lebih cepat.
Modal awal usaha ini tidak terlalu besar karena budidaya lele bisa dilakukan menggunakan kolam terpal sederhana di pekarangan rumah. Selain itu, pasar lele cukup luas karena banyak dibutuhkan warung makan, pecel lele, hingga usaha kuliner rumahan.
2. Ternak Ayam Kampung
Ayam kampung memiliki permintaan yang stabil karena banyak masyarakat menyukai dagingnya yang dianggap lebih gurih dan sehat dibanding ayam biasa. Selain itu, harga jual ayam kampung biasanya lebih tinggi sehingga peluang keuntungannya cukup menarik.
Perawatan ayam kampung juga relatif mudah karena daya tahan tubuhnya cukup kuat terhadap perubahan cuaca dan penyakit tertentu. Dengan kandang sederhana dan jumlah bibit yang tidak terlalu banyak, usaha ini sudah bisa dijalankan oleh pemula dari rumah.
3. Ternak Ayam Broiler
Ayam broiler atau ayam pedaging menjadi bisnis ternak yang cukup menjanjikan karena masa panennya cepat, sekitar 30–40 hari. Hal ini membuat perputaran modal menjadi lebih singkat dibanding beberapa jenis ternak lainnya.
Permintaan ayam broiler juga sangat tinggi karena menjadi bahan utama berbagai usaha makanan seperti restoran, warung makan, katering, hingga pedagang ayam goreng. Jika dikelola dengan baik, usaha ini dapat berkembang cukup cepat dalam waktu singkat.
4. Ternak Ayam Petelur
Ayam petelur memiliki peluang usaha yang stabil karena kebutuhan telur hampir selalu ada setiap hari. Telur ayam menjadi bahan makanan penting yang digunakan rumah tangga maupun pelaku usaha kuliner dalam jumlah besar.
Jika perawatan ayam dilakukan dengan baik, hasil penjualan telur dapat memberikan pemasukan rutin setiap hari. Usaha ini juga cocok dijadikan bisnis jangka panjang karena permintaan telur cenderung stabil sepanjang tahun.
5. Ternak Burung Puyuh
Burung puyuh termasuk ternak yang cocok untuk pemula karena ukurannya kecil dan tidak membutuhkan lahan luas. Burung ini mulai produktif bertelur pada usia sekitar 35–40 hari sehingga cukup cepat menghasilkan keuntungan.
Telur puyuh memiliki banyak peminat dan sering digunakan untuk berbagai jenis makanan maupun camilan. Selain itu, biaya pakan puyuh relatif lebih hemat dibanding beberapa jenis unggas lainnya.
6. Ternak Kambing
Ternak kambing menjadi salah satu bisnis peternakan yang terus diminati karena permintaan daging kambing dan hewan kurban selalu tinggi setiap tahun. Selain daging, susu kambing dan pupuk kandang juga memiliki nilai jual tambahan yang cukup menguntungkan.
Kambing juga lebih mudah dipelihara dibanding sapi karena membutuhkan lahan yang tidak terlalu besar. Dengan perawatan yang rutin dan pakan yang cukup, usaha ternak kambing dapat menjadi sumber penghasilan yang menjanjikan.
7. Ternak Jangkrik
Usaha ternak jangkrik cukup menjanjikan karena banyak dibutuhkan sebagai pakan burung, reptil, dan ikan hias. Modal usaha ini relatif kecil dan proses pemeliharaannya tidak terlalu rumit sehingga cocok untuk pemula.
Siklus panennya juga cepat, sekitar 35–40 hari, sehingga hasil usaha dapat dirasakan dalam waktu singkat. Selain itu, kebutuhan pasar terhadap jangkrik terus meningkat seiring berkembangnya komunitas pecinta hewan peliharaan.
8. Ternak Bebek Petelur
Bebek petelur menjadi usaha yang potensial karena permintaan telur bebek terus meningkat untuk kebutuhan kuliner maupun industri makanan. Telur bebek banyak digunakan untuk membuat telur asin, kue, hingga berbagai masakan tradisional.
Perawatan bebek juga cukup mudah sehingga cocok dijalankan oleh pemula di area pedesaan maupun pekarangan rumah. Seekor bebek bahkan dapat menghasilkan ratusan telur dalam setahun jika dirawat dengan baik.
9. Ternak Kelinci
Kelinci tidak hanya lucu sebagai hewan peliharaan, tetapi juga memiliki nilai ekonomi cukup tinggi. Kelinci dapat dijual sebagai hewan hias maupun pedaging sehingga pasar yang dimiliki cukup luas.
Selain itu, kelinci memiliki tingkat reproduksi yang cepat sehingga jumlah ternak dapat berkembang dalam waktu relatif singkat. Perawatannya juga tidak terlalu sulit dan bisa dilakukan di lahan terbatas.
10. Budidaya Belut
Belut menjadi komoditas yang banyak diminati karena memiliki kandungan gizi tinggi dan sering digunakan sebagai bahan makanan. Budidaya belut juga dapat dilakukan di lahan sempit menggunakan drum maupun kolam terpal sederhana.
Permintaan pasar terhadap belut cukup stabil, terutama dari rumah makan dan penjual olahan seafood. Dengan perawatan yang tepat, usaha budidaya belut bisa menjadi peluang bisnis rumahan yang cukup menguntungkan.
11. Budidaya Ikan Nila
Ikan nila termasuk jenis ikan konsumsi yang memiliki banyak peminat karena rasanya enak dan mudah diolah menjadi berbagai masakan. Budidayanya juga cukup mudah dipelajari oleh pemula sehingga cocok dijadikan usaha rumahan.
Selain memiliki pertumbuhan yang cepat, ikan nila dapat dibudidayakan di kolam terpal maupun kolam tanah dengan biaya yang relatif fleksibel. Permintaan pasar yang stabil membuat usaha ini memiliki peluang keuntungan yang cukup baik untuk jangka panjang.
12. Ternak Maggot BSF
Maggot BSF (Black Soldier Fly) kini semakin populer sebagai usaha ternak modal kecil yang ramah lingkungan. Budidayanya memanfaatkan limbah organik sehingga membantu mengurangi sampah rumah tangga sekaligus menghasilkan nilai ekonomi.
Hasil maggot banyak digunakan sebagai pakan ikan, ayam, maupun ternak lainnya karena kandungan proteinnya tinggi. Permintaan yang terus meningkat membuat usaha ini diprediksi semakin menjanjikan di tahun 2026.
Q & A Seputar Topik
Apa saja bisnis ternak yang menjanjikan untuk pemula di 2026?
Beberapa bisnis ternak yang menjanjikan untuk pemula di 2026 meliputi ternak lele, ayam (kampung/petelur/broiler), burung puyuh, kambing, jangkrik, bebek petelur, kelinci, belut, dan maggot BSF.
Berapa modal awal yang dibutuhkan untuk memulai bisnis ternak lele?
Untuk skala kecil dengan 1.000 ekor lele, modal awal yang dibutuhkan sekitar Rp1.200.000, dengan potensi omzet mencapai Rp4.050.000 setelah tiga bulan.
Mengapa ternak ayam kampung dianggap menjanjikan bagi pemula?
Ternak ayam kampung menjanjikan karena dagingnya lebih sehat dan lezat, memiliki daya tahan tubuh tinggi terhadap penyakit, serta modal awal yang terjangkau antara Rp1-2 juta untuk 50 ekor bibit.
Apa keuntungan dari bisnis ternak maggot BSF?
Bisnis ternak maggot BSF memiliki keuntungan modal kecil, ramah lingkungan karena memanfaatkan limbah organik sebagai pakan, perawatannya mudah, dan permintaannya tinggi sebagai pakan ternak lain.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·