Niat Jualan Pasta, Aktris Ini Malah Kena Hujat soal Pakaian Terbuka

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta -

Wanita penjual pasta homemade kaki lima ini jadi sorotan karena pakaiannya. Ia dikecam netizen karena memakai pakaian yang dianggap terlalu terbuka.

Penampilan penjual makanan kerap ikut jadi perhatian pelanggan di media sosial. Tak jarang, cara berpakaian pedagang pun memicu pro dan kontra.

Seperti yang dialami oleh Nabila Huda, seorang wanita asal Malaysia yang memiliki usaha pasta homemade kaki lima. Rupanya ia juga dikenal sebagai aktris.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun sayang, ia mengungkap rasa kecewanya setelah bisnis kuliner kecil-kecilan yang ia jalankan menuai cibiran dari netizen.

Putri musisi ternama Malaysia itu belakangan diketahui sedang menjalankan pop-up pasta homemade yang dibuat sendiri untuk para penggemarnya, lapor mStar (11/5).

Nabila Huda penjual pasta kaki limaNabila Huda penjual pasta kaki lima Foto: Thread/mStar

Nabila atau akrab disapa Abil mengatakan dirinya sedih karena niat tulusnya berbagi masakan justru berubah menjadi bahan kritik di media sosial.

Bahkan, pakaian yang ia kenakan saat memasak ikut dipermasalahkan oleh sebagian netizen.

"Saya melakukannya karena senang melihat orang datang mendukung, makan, dan ngobrol. Tapi anehnya kenapa banyak sekali yang cari kesalahan?" tulisnya lewat Threads.

Aktris 42 tahun itu juga heran karena penampilannya saat memasak ikut menjadi sorotan. "Soal pakaian juga jadi masalah. Memangnya mereka berharap saya pakai jubah atau bagaimana? Maunya apa sebenarnya?" lanjutnya.

Menurut Abil, ia memilih menjadi diri sendiri dan tidak ingin berpura-pura tampil lembut atau sempurna hanya demi mendapat pujian publik.

Close up of plates with Tagliatelle al ragu  - long, flat egg pasta with a meat sauce or Bolognese sauce and parmesan cheese, served with rosemary.Ilustras pasta. Foto: Getty Images/Olga Mazyarkina

Ia juga meminta orang-orang untuk tidak iri dengan rezeki orang lain. "Saya bukan orang munafik. Saya tidak perlu berpura-pura terlihat baik dan sopan hanya supaya disukai orang," katanya.

Bisnis kuliner yang dijalankan Abil ternyata bukan restoran permanen atau usaha berskala besar.

Ia menjelaskan bahwa konsep yang dibuat hanyalah pop-up skala kecil agar bisa bertemu langsung dengan para pendukung sambil menyajikan masakan buatannya sendiri.

Dalam setiap acara, Abil hanya menyiapkan sekitar 50 porsi pasta dan 150 hingga 200 botol saus homemade. Karena dibuat dalam jumlah terbatas, produknya sering habis terjual dalam waktu singkat.

Meski terlihat ramai dan sukses, Abil menegaskan bisnis tersebut sebenarnya tidak menghasilkan keuntungan besar.

Semua pekerjaan dilakukan sendiri tanpa bantuan pegawai, mulai dari memasak, mengemudi, hingga berjualan langsung.

Ia juga membeberkan biaya operasional yang cukup besar selama menjalankan pop-up kuliner tersebut. Untuk biaya bensin, tol, hotel, bahan masakan, hingga sewa karavan selama empat hari, ia mengeluarkan sekitar Rp 10,3 juta.

"Semua dilakukan dengan tenaga sendiri. Jadi kalau dibilang untung besar sebenarnya tidak juga," pungkasnya.


(raf/adr)