CALON jemaah haji asal Jawa Tengah akan mulai masuk Asrama Haji Donohudan, Kabupaten Boyolali, pada 22 April 2026. Total jemaah yang diberangkatkan melalui Embarkasi Solo mencapai 29.121 orang, yang terbagi dalam 81 kelompok terbang (kloter).
Ketua PPIH (Petugas Penyelenggara Ibadan Haji) Embarkasi Solo, Fitriyanto, mengatakan kloter pertama dijadwalkan masuk lebih awal, yakni pada 21 April 2026 pukul 06.00 WIB dari Kabupaten Tegal.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Kloter ini akan diberangkatkan ke Arab Saudi pada 22 April 2026 pukul 01.05 WIB. “Kloter pertama berjumlah 360 orang, terdiri dari 356 jemaah dan empat petugas,” ujar Fitriyanto saat ditemui di Asrama Haji Donohudan, Boyolali, Senin, 20 April 2026.
Ia menyebutkan, Jawa Tengah tahun ini mendapat kuota haji sebanyak 34.122 orang. Rinciannya terdiri atas 32.138 jemaah reguler, 1.706 jemaah prioritas lansia, 191 petugas haji daerah, serta 87 pembimbing Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU).
Dalam pelaksanaannya, pemberangkatan jemaah dibagi ke dua embarkasi. Sebanyak 81 kloter berangkat melalui Embarkasi Solo, sementara sebagian lainnya melalui Embarkasi Yogyakarta. “Sebanyak 15 kloter dari Jawa Tengah akan bergabung melalui Embarkasi Yogya, sehingga totalnya menjadi 26 kloter yang berangkat dari sana,” tuturnya.
Jemaah yang dialihkan ke Embarkasi Yogyakarta berasal dari wilayah eks Karesidenan Kedu, meliputi Kabupaten Magelang, Kota Magelang, Kabupaten Temanggung, Kabupaten Wonosobo, Kabupaten Purworejo, dan Kabupaten Kebumen, dengan total sekitar 6.000 orang.
Menurut Fitriyanto, kebijakan ini diambil untuk mengurangi kelelahan jemaah karena jarak tempuh yang lebih dekat, sekaligus mengurai kepadatan di Embarkasi Solo. “Dengan pembagian ini, pelayanan bisa lebih optimal dan jemaah lebih nyaman,” katanya.
Dari sisi kesiapan, Fitriyanto memastikan layanan hampir 100 persen siap. Saat ini juga dilakukan simulasi, terutama untuk layanan one stop service di Asrama Haji Donohudan.
Salah satu peningkatan layanan tahun ini adalah pembagian kartu nusuk yang dilakukan di Indonesia sebelum keberangkatan. Dengan demikian, jemaah sudah memegang kartu tersebut saat tiba di asrama. “Jadi setibanya di Arab Saudi, jemaah bisa langsung fokus beribadah,” ujarnya.
Dari komposisi usia, sekitar 40 persen jemaah merupakan lansia berusia di atas 65 tahun. PPIH menekankan pentingnya gotong royong antarjemaah untuk membantu kelompok lansia selama perjalanan ibadah. Adapun jemaah tertua berasal dari Klaten dengan usia 84 tahun, sementara jemaah termuda berusia 13 tahun dari Magelang yang berangkat sebagai pengganti.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·