Sebanyak 359 jemaah calon haji kloter pertama asal Samarinda resmi diberangkatkan menuju Tanah Suci melalui Bandara SAMS Sepinggan, Balikpapan, pada Senin, 27 April 2026. Keberangkatan ini diwarnai penundaan satu orang jemaah karena terdeteksi sedang hamil muda setelah melalui pemeriksaan kesehatan akhir.
Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Balikpapan mengonfirmasi bahwa dari total 360 jemaah yang dijadwalkan, hanya 359 orang yang diizinkan terbang. Pesawat Garuda Indonesia yang membawa rombongan tersebut lepas landas tepat waktu pada pukul 11.55 WITA dengan pengawalan ketat dari petugas lapangan.
Ketua PPIH Embarkasi Balikpapan, Mohlis Hasan, menjelaskan bahwa seluruh rangkaian proses mulai dari awal hingga tahap boarding berjalan lancar sesuai jadwal. Namun, pembatalan keberangkatan satu jemaah wanita tidak terhindarkan demi menjaga keselamatan fisik ibu serta janin yang dikandungnya.
Penundaan tersebut diputuskan setelah Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Embarkasi Balikpapan menemukan usia kandungan jemaah tersebut berkisar antara 4 hingga 5 minggu. Berdasarkan laporan kompas.tv, pemeriksaan kesehatan menunjukkan kondisi kehamilan dua minggu yang berisiko jika dipaksakan untuk melakukan perjalanan jauh.
Fasilitas pelayanan tahun ini mengalami peningkatan dengan penggunaan garbarata di bandara untuk mempermudah mobilisasi jemaah, terutama bagi kalangan lanjut usia. Mohlis Hasan yang juga menjabat sebagai Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Kalimantan Timur memastikan kepatuhan terhadap standar prosedur operasional kesehatan tetap menjadi prioritas utama penyelenggara.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·