PASUKAN Israel melancarkan serangan yang menewaskan tujuh warga Palestina dan melukai puluhan orang. Serangan itu menargetkan sebuah apartemen dan kendaraan di Kota Gaza pada Jumat, 15 Mei 2026.
Menurut unggahan media independen Palestina di X, Quds News Network, serangan udara Israel ini terjadi di kompleks pemukiman sipil Al-Rimal. Rekaman itu memperlihatkan kepulan asap dan kondisi gedung yang hancur hingga menyebabkan kepanikan warga sipil. Sementara itu sumber-sumber lokal menyebut pesawat tempur Israel berlalu-lalang menargetkan sebuah kendaraan sipil di lokasi yang sama.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Palang Merah Palestina atau PRCS mengatakan kepada Anadolu, mengutip dari laporan Al Jazeera, tiga korban tewas dalam serangan yang menghantam satu kendaraan sipil. Sedangkan empat orang lainnya tewas akibat serangan gedung di pemukiman wilayah Rimal, sebelah Barat Kota Gaza.
Tiga wanita dan satu orang anak-anak tewas dan setidaknya terdapat 45 orang lainnya terluka, beberapa di antaranya dalam kondisi kritis. “Menurut saksi mata di lapangan, serangan itu menggunakan empat rudal hingga menyebabkan kebakaran gedung,” kata Ibrahim Al khalili, koresponden Al Jazeera di Gaza.
Khalili menambahkan selain menyebabkan kebakaran besar, serangan Israel terhadap kompleks sipil juga menimbulkan kepanikan di lokasi kejadian karena warga Palestina terpaksa mengungsi. Ia menjelaskan bahwa lokasi serangan di Al-Rimal “terlalu padat” karena banyak pengungsi dari sebelah Timur Kota Gaza untuk mencari perlindungan dari serangkaian operasi militer Israel.
Sementara Mahmoud Basel, juru bicara pertahanan sipil Palestina mengatakan ratusan orang tinggal di dalam gedung yang menjadi target serangan. “Rudal itu ditembakan tanpa peringatan atau pemberitahuan sebelumnya. Kita berbicara tentang sejumlah korban tewas. Kita berbicara tentang sejumlah korban luka, di antaranya keluarga,” kata Basel kepada kantor berita Reuters, melansir dari Al Jazeera.
Serangan terbaru itu terjadi berbarengan dengan hari peringatan ke-78 Nakba, momentum untuk mengenang Nakba atau malapetaka tahun 1948. Peringatan ini menyoroti kedatangan penjajah Israel merebut tanah air mereka yang mengakibatkan eksodus besar-besaran bagi warga Palestina.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Menteri Pertahanan, Israel Katz mengklaim bahwa operasi militer tersebut menargetkan komandan Brigade Izz ad-Din al-Qassam, Izz al-Din al-Haddad, sayap militer Hamas. Netanyahu dan Katz menyebutkan bahwa mereka menargetkan Hadad karena dia dinilai bertanggung jawab atas pembunuhan, penculikan, dan melukai ribuan warga sipil Israel dan tentara Israel atau IDF.
Mereka juga menuduh Hadad sebagai penghambat kesepakatan perdamaian di Gaza yang digagas oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Sementara itu, Haddad menganggap resolusi damai yang dipelopori dua negara imperialis itu sebagai tindakan untuk melucuti senjata Hamas dan melakukan demiliterisasi Jalur Gaza.
Mengutip dari laman Quds News Network, serangan terbaru ini menambah daftar panjang pelanggaran gencatan senjata oleh pasukan penjajah Israel sejak 11 Oktober 2025. Pasukan Israel terus melakukan serangan udara harian, penembakan artileri, penembakan oleh kendaraan militer, dan penghancuran rumah serta fasilitas sipil.
Jumlah korban tewas akibat genosida Israel di Gaza sejak Oktober 2023 telah meningkat menjadi 74,744 warga Palestina. Di sisi lain tindakan represi militer Israel mengakibatkan 172,588 warga lainnya mengalami luka-luka.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·