Sebanyak 860.000 jemaah haji dari berbagai penjuru dunia telah memadati Arab Saudi hingga Rabu (13/5/2026) menjelang puncak musim haji 1447 Hijriah. Gelombang kedatangan jemaah ini masuk melalui jalur udara, darat, dan laut di tengah pembenahan layanan besar-besaran oleh pemerintah setempat.
Data tersebut mencatat mayoritas jemaah mendarat di bandara internasional dengan dukungan sistem transportasi yang terintegrasi. Berdasarkan informasi yang dilansir dari Cahaya, porsi terbesar jemaah masuk melalui pintu kedatangan udara dibandingkan jalur logistik lainnya.
Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi Tawfiq Al Rabiah memaparkan rincian angka masuknya tamu Allah tersebut dalam konferensi pers pemerintah ke-34 di Riyadh. Beliau menekankan efektivitas berbagai jalur masuk yang telah disiapkan otoritas Saudi.
"Dari jumlah tersebut, sekitar 820.000 jemaah tiba melalui jalur udara, termasuk 240.000 melalui Inisiatif Rute Makkah, sementara 35.000 datang melalui jalur darat dan sekitar 4.000 melalui jalur laut," ujar Al Rabiah, Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi.
Inisiatif Rute Makkah menjadi terobosan yang memangkas birokrasi imigrasi sehingga jemaah bisa langsung menuju penginapan tanpa antrean panjang. Program ini merupakan bagian dari transformasi digital di bawah payung Visi Saudi 2030 yang mengedepankan efisiensi layanan.
Selain kemudahan dokumen, otoritas terkait juga memperkenalkan layanan pengiriman koper langsung ke negara asal. Inovasi ini diklaim berhasil memangkas durasi prosedur di bandara secara signifikan dari dua jam menjadi hitungan menit saja.
"Haji Tanpa Bagasi" menurut Al Rabiah, mampu memangkas waktu prosedur bandara dari sekitar 120 menit menjadi hanya 15 menit.
Modernisasi juga menyentuh sektor fasilitas fisik di tempat-tempat suci, termasuk pemasangan sistem pendingin seluas 272.000 meter persegi di Padang Arafah. Komisi Kerajaan untuk Kota Makkah menggandakan jumlah proyek pembangunan dibandingkan tahun sebelumnya guna menghadapi cuaca ekstrem.
Di sisi lain, platform digital Nusuk telah menjangkau lebih dari 51 juta pengguna dari 126 negara untuk mempermudah akses layanan haji. Sistem ini mengintegrasikan 60 lembaga pemerintah guna memastikan pengawasan kualitas layanan melalui puluhan ribu inspeksi lapangan.
Pemerintah Arab Saudi juga memperluas kapasitas kunjungan ke Rawdah Al-Sharif di Masjid Nabawi dari 15.000 menjadi 57.000 orang per hari. Fokus utama tetap pada kenyamanan jemaah seiring dengan peningkatan tingkat kepuasan yang mencapai 88 persen pada tahun sebelumnya.
59 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·