Pengasuh Titian Keluarga Sakinah (TKS) Majelis Az-Zikra, Aby Huda, menekankan pentingnya menjaga kesehatan melalui ibadah puasa dalam sebuah tausiyah di Depok pada Senin (13/4/2026). Kegiatan ini memanfaatkan momentum puasa sunnah untuk mengajak umat memaknai ibadah tersebut sebagai metode pembersihan lahir dan batin.
Kewajiban menjaga kebugaran tubuh dipandang sebagai bentuk pertanggungjawaban manusia atas amanah Tuhan. Dilansir dari Klikwarta.com, Aby Huda yang juga merupakan pembimbing rohani di RS Hermina Depok dan Bekasi mengimbau masyarakat untuk tidak sekadar menahan lapar saat menjalankan ibadah tersebut.
"Menjaga kesehatan adalah amanah Allah. Dengan sehat, kita bisa terus beribadah dan memberi manfaat bagi sesama," kata Aby Huda, Pengasuh TKS Majelis Az-Zikra. Ia menambahkan bahwa kondisi fisik prima menjadi sarana utama dalam menjalankan aktivitas sosial dan ibadah secara maksimal.
Berdasarkan data rcmnews.id, puasa Senin Kamis secara medis membantu proses detoksifikasi alami di mana sel-sel tubuh menjadi lebih bersih. Hal ini meminimalisir risiko berbagai penyakit serta menjaga kebugaran tetap terjaga bagi mereka yang rutin melaksanakannya.
Metode hidup sehat yang disarankan mencakup pelaksanaan puasa secara ikhlas dengan pengaturan pola makan seimbang pada waktu sahur dan berbuka. Selain aspek fisik, Aby Huda menyoroti pentingnya menjaga kesehatan hati melalui doa dan zikir untuk menjaga keseimbangan spiritual.
Masyarakat diimbau rutin membaca doa kesehatan untuk memohon perlindungan pada anggota tubuh, pendengaran, dan penglihatan. Langkah menjadikan puasa sebagai gaya hidup diharapkan memberikan dampak positif jangka panjang bagi kesejahteraan masyarakat luas.
Secara syariat, niat puasa sunnah ini boleh dilakukan hingga pagi hari asalkan belum melakukan hal yang membatalkan puasa. Lafaz niat puasa Kamis adalah "Nawaitu shauma yaumal khamisi sunnatan lillahi ta’ala", sementara untuk Senin kata "khamisi" diganti menjadi "itsnaini".
Terdapat perbedaan mendasar antara puasa wajib Ramadan dan puasa sunnah Senin Kamis dalam beberapa aspek teknis. Berikut adalah perbandingan detail aturan pelaksanaan kedua jenis puasa tersebut.
| Hukum | Wajib (Fardu) | Sunnah |
| Waktu Niat | Sebelum terbit fajar | Bisa dilakukan hingga pagi hari |
| Sifat | Mengikat secara syariat | Pilihan untuk menambah pahala |
Untuk waktu berbuka, umat muslim dapat menggunakan doa yang diajarkan Rasulullah SAW yakni "Dzahabazh zhoma-u wabtallatil uruuqu wa tsabatal ajru insyaa Allah". Doa ini memiliki arti bahwa rasa haus telah hilang, urat-urat telah basah, dan pahala telah ditetapkan.
Keutamaan puasa ini didasarkan pada hadis bahwa amal perbuatan manusia dihadapkan kepada Allah pada setiap hari Senin dan Kamis. Selain itu, pada kedua hari tersebut pintu surga dibuka dan dosa hamba diampuni, kecuali bagi mereka yang masih memiliki perselisihan dengan sesama.
3 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·