Ada Lomba Adu Rambut Panjang saat Peringatan Hari Kartini di Solo pada 1971

Sedang Trending 1 jam yang lalu

21 April 2026 11.00 WIB • 2 menit

Ada Lomba Adu Rambut Panjang saat Peringatan Hari Kartini di Solo pada 1971

images info

Ada Lomba Adu Rambut Panjang saat Peringatan Hari Kartini di Solo pada 1971


Hari Kartini, salah satu momen penting pada April yang selalu diperingati setiap tahunnya. Meskipun tidak menjadi libur nasional, perayaan Hari Kartini tetap dilakukan dengan berbagai kegiatan yang berkaitan dengan perempuan.

Salah satu perayaan Hari Kartini pernah terjadi di Solo, Jawa Tengah pada 1971. Uniknya, ada sebuah lomba yang digelar khusus untuk para wanita Solo pada waktu itu.

Pada waktu itu, ada sebuah lomba yang mempertandingkan "mahkota" para wanita, yakni rambut. Perlombaan ini cukup diminati oleh para wanita Solo pada waktu itu.

Terbukti terdapat puluhan orang yang ikut berpartisipasi dalam perlombaan tersebut. Lantas bagaimana momen perlombaan adu rambut panjang yang digelar di Solo pada 1971 dalam rangka menyambut Hari Kartini? Simak ulasannya dalam artikel berikut ini.

Cara Unik Merayakan Hari Kartini

Rambut merupakan mahkota berharga bagi seorang wanita, baik pendek maupun panjang. Tidak heran banyak perawatan yang bisa diberikan untuk menjaga kesehatan dan keindahan dari rambut setiap wanita.

Dikutip dari artikel "Ajo, Adu Pandjang Rambut" dalam surat kabar Indonesia Raya edisi 18 April 1971, ada sebuah perlombaan yang digelar di Solo dalam rangka menyambut Hari Kartini pada 1971. Lomba yang cukup unik ini bertajuk "Lomba Rambut Pandjang (Long Hair Contest)."

Seperti namanya, lomba ini mempertandingkan panjang rambut para wanita yang ikut serta dalam acara tersebut. Namun panjang rambut bukanlah satu-satunya hal utama yang dinilai dalam perlombaan ini.

Tidak ada tujuan khusus dari penyelenggaraan lomba tersebut. Tuty Purnomo yang menjadi ketua perlombaan menjelaskan jika lomba ini digelar untuk meningkatkan minat para wanita untuk memelihara rambut mereka.

Perlombaan ini sendiri digelar di Auditorium RRI Studio Surakarta. Perlombaan ini diketahui cukup menarik minat banyak wanita Solo pada waktu itu.

Terdapat 65 wanita yang ikut serta dalam perlombaan tersebut. Tidak hanya wanita lajang, para istri yang sudah bersuami diketahui juga ada yang ikut serta menjadi peserta dalam perlombaan tersebut.

Para wanita yang hadir ini turut memperagakan rambut yang mereka miliki di hadapan juri.

Tidak Asal Rambut Panjang

Seperti yang sudah dijelaskan pada bagian sebelum, aturan dalam perlombaan ini tidak hanya sekadar adu panjang-panjangan rambut saja. Ada beberapa kriteria lain yang juga menjadi penilaian dalam perlombaan tersebut.

Aspek keindahan dan pemeliharaan dari rambut peserta menjadi salah satu poin penting yang dinilai dalam perlombaan ini. Selain itu, keserasian rambut dengan busana yang digunakan juga menjadi nilai tambah bagi para peserta yang bersaing dalam perlombaan itu.

Setelah penilaian panjang, terdapat lima pemenang yang diumumkan oleh para juri dalam perlombaan ini. Para pemenang ini terbagi menjadi juara 1, 2, 3, serta harapan 1 dan 2.

Juara 1 dalam perlombaan ini diraih oleh Sumarjatni. Dirinya berhasil menjadi juara dengan panjang rambut 145 cm.

Sementara itu, para juara lain dalam perlombaan ini adalah Tan Kiong Nio (Juara 2), Jeni Indrawati (Juara 3), Sukapti Sukraptono (Harapan 1), dan Sulardi Hadisutjipto (Harapan 2).

Lomba adu rambut panjang bukanlah satu-satunya perlombaan yang diadakan pada acara tersebut. Pada waktu yang sama, ada satu perlombaan lain yang juga ditujukan untuk para wanita yang ada di Solo saat itu.

Perlombaan yang juga digelar pada momen ini adalah lomba karawitan putri. Perlombaan ini sendiri diikuti oleh perkumpulan karawitan se karisidenan Surakarta pada waktu itu.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Irfan Jumadil Aslam lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Irfan Jumadil Aslam.

Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini