Ahmad Luthfi Kukuhkan Pengurus Dekopinwil Jateng Guna Perkuat Ekonomi

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengukuhkan jajaran pimpinan Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) Wilayah Provinsi Jawa Tengah di Wisma Perdamaian, Semarang, pada Selasa (14/4/2026). Pengukuhan ini bertujuan memperkuat peran koperasi sebagai hub pendampingan usaha mikro agar mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah tersebut.

Luthfi menegaskan bahwa kepengurusan baru ini memiliki tanggung jawab besar untuk menjadikan koperasi sebagai fondasi kemakmuran rakyat. Berdasarkan data Dinas Koperasi dan UKM yang dilansir dari Detikcom, saat ini terdapat 19.022 koperasi aktif di Jawa Tengah yang menaungi lebih dari 6,8 juta anggota.

Sektor ini mencatatkan kekuatan finansial yang signifikan dengan total aset mencapai Rp 60,13 triliun. Selain itu, volume usaha koperasi di Jawa Tengah telah menyentuh angka Rp 43,78 triliun dengan distribusi imbal hasil kepada anggota sebesar Rp 1,16 triliun.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga menyoroti progres Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang berjumlah 8.523 unit. Dari jumlah tersebut, sebanyak 6.271 unit sudah beroperasi secara aktif, sementara 1.466 unit di antaranya telah memiliki gerai fisik sebagai pusat aktivitas ekonomi warga desa.

"Ini penting karena merupakan penguatan ekonomi di desa," ujar Ahmad Luthfi, Gubernur Jawa Tengah. Ia berharap KDKMP dapat bertransformasi menjadi pusat distribusi logistik serta lumbung pangan lokal guna menjaga ketahanan ekonomi di tingkat akar rumput.

Menteri Koperasi Ferry Juliantono yang turut hadir menyatakan bahwa Dekopinwil Jawa Tengah harus berjalan selaras dengan kebijakan kementerian. Ia menilai Jawa Tengah sebagai daerah yang paling progresif dalam percepatan pembentukan badan hukum untuk koperasi tingkat desa.

Ferry mendorong agar koperasi mulai merambah sektor produksi kebutuhan harian secara mandiri, seperti pembuatan sabun, sampo, hingga produk olahan pangan. Langkah konkret ini diharapkan mampu menghidupkan industri kecil di daerah serta memecahkan berbagai persoalan ekonomi yang dihadapi masyarakat secara langsung.