Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memproyeksikan pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal I 2026 mampu mencapai angka minimal 5,5 persen. Dilansir dari Kompas, capaian tersebut dipengaruhi oleh tingginya konsumsi masyarakat selama momentum hari besar keagamaan di Jakarta, Kamis (23/4).
Pemerintah optimistis terhadap angka tersebut meski saat ini masih menunggu data resmi yang akan dirilis oleh Badan Pusat Statistik dalam waktu dekat. Airlangga menyampaikan pengumuman ini dalam konferensi pers terkait realisasi investasi triwulan pertama tahun 2026.
"Walaupun kita masih menunggu rilis resmi dari Badan Pusat Statistik, kami memperkirakan pertumbuhan ekonomi pada kuartal I berada di kisaran minimal 5,5 persen," kata Airlangga, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian.
Penyaluran tunjangan hari raya (THR) serta akselerasi belanja negara menjadi mesin utama penggerak ekonomi pada awal tahun ini. Pemerintah juga mencatat total stimulus ekonomi yang telah digelontorkan untuk mendukung daya beli mencapai angka sekitar Rp809 triliun.
"Hal ini didorong oleh konsumsi rumah tangga, penyaluran THR, serta akselerasi belanja pemerintah dan stimulus ekonomi yang mencapai sekitar Rp809 triliun," ujar Airlangga, dikutip dari kanal YouTube Kementerian Investasi/BKPM.
Di tengah ketidakpastian kondisi geopolitik global dan naik turunnya harga energi dunia, pemerintah tetap berupaya menjaga stabilitas fundamental ekonomi dalam negeri. Langkah antisipasi dilakukan melalui kebijakan fiskal yang bersifat ekspansif namun tetap diperhitungkan secara matang.
Upaya menjaga momentum pertumbuhan akan berlanjut pada kuartal II 2026 dengan mengandalkan beberapa kebijakan strategis. Pemerintah berencana mencairkan gaji ke-13 bagi aparatur negara serta memastikan keberlanjutan berbagai program perlindungan sosial bagi masyarakat luas.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·