Saham BBRI Melemah saat Asing Catat Jual Bersih Rp256 Miliar

Sedang Trending 2 jam yang lalu

Investor asing mencatatkan aksi jual bersih atau net sell pada saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) senilai Rp256,89 miliar pada perdagangan sesi I di Bursa Efek Indonesia, Kamis (23/4/2026). Berdasarkan data Stockbit Sekuritas, pelemahan harga saham sebesar 0,9 persen ke level Rp3.210 ini terjadi meskipun perseroan baru saja mengesahkan pembagian dividen jumbo.

Total volume saham yang dilepas mencapai 79,59 juta lembar dalam satu sesi perdagangan. Secara kumulatif, nilai saham BBRI telah terkoreksi sebesar 5,8 persen dalam sepekan terakhir dan merosot hingga 12,3 persen sepanjang tahun berjalan (ytd) hingga menyentuh level terendah dalam lima tahun terakhir.

Direktur Finance & Strategy BRI, Achmad Royadi menjelaskan bahwa perusahaan tetap optimis terhadap pertumbuhan ekonomi domestik melalui penguatan modal. Likuiditas perseroan dilaporkan tetap kuat dengan rasio kecukupan modal atau Capital Adequacy Ratio (CAR) konsolidasi di level 26,63 persen.

"Dengan likuiditas dan permodalan yang solid, BRI memiliki ruang yang cukup untuk terus mendorong ekspansi kredit secara selektif dan berkualitas, dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian," jelas Achmad Royadi dikutip dari Kontan.

Pihak manajemen menargetkan pertumbuhan penyaluran pinjaman berada pada rentang 7 hingga 9 persen secara tahunan sepanjang 2026. Fokus utama ekspansi kredit tetap menyasar sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang menjadi pilar utama bisnis bank milik negara tersebut.

"Proyeksi ini mencerminkan optimisme Perseroan terhadap prospek pertumbuhan ekonomi domestik, khususnya pada segmen UMKM sebagai core business BRI," jelas Achmad Royadi.

Di tengah tekanan pasar modal, BRI tetap merealisasikan komitmen imbal hasil kepada pemegang saham melalui dividen tunai Tahun Buku 2025 sebesar Rp52,1 triliun. Jumlah tersebut setara dengan Rp346 per lembar saham, yang sudah mencakup dividen interim Rp137 per saham yang dibayarkan pada Januari 2026.

Samuel Sekuritas Indonesia mempertahankan rekomendasi beli untuk saham BBRI dengan target harga Rp4.400 per lembar. Analisis tersebut didasarkan pada proyeksi ketahanan bisnis, perbaikan kualitas aset di seluruh segmen, serta strategi ekspansi ekosistem berbasis transaksi yang dinilai dijalankan dengan baik oleh manajemen.

Data Rasio Keuangan dan Dividen BBRIIndikator KeuanganNilai/Rasio
Dividen Tunai 2025Rp52,1 Triliun
Nilai Dividen per SahamRp346,00
Laba Bersih Konsolidasi 2025Rp57,132 Triliun
Capital Adequacy Ratio (CAR)26,63%
Liquidity Coverage Ratio (LCR)136,9%
Price to Book Value (PBV)1,5 kali

Posisi ekuitas BRI tercatat mengalami kenaikan 2,4 persen secara tahunan menjadi Rp330,9 triliun pada akhir 2025. Perusahaan juga mencatat rasio pendanaan stabil bersih atau Net Stable Funding Ratio (NSFR) sebesar 117,7 persen, yang menunjukkan buffer likuiditas yang cukup dalam menghadapi volatilitas pasar global.