Pemerintah Amerika Serikat meresmikan Proyek Kebebasan untuk mengawal kapal-kapal sipil melintasi Selat Hormuz setelah jalur tersebut diblokade oleh Iran sejak Februari. Dilansir dari Detikcom, operasi militer ini dimulai menyusul serangan udara helikopter AS terhadap tujuh kapal cepat milik Iran.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengonfirmasi tindakan militer tersebut sebagai langkah awal pembebasan jalur perdagangan internasional tersebut. Operasi ini melibatkan 15.000 personel, kapal perusak rudal, serta lebih dari 100 pesawat tempur di bawah komando Centcom.
"Kami telah menembak tujuh kapal kecil atau, seperti yang mereka sebut, 'kapal cepat'. Itu saja yang mereka miliki," kata Presiden AS Donald Trump.
Pernyataan tersebut segera mendapatkan respons dari pihak Teheran yang memberikan keterangan berbeda terkait identitas kapal yang menjadi sasaran serangan udara AS. Media pemerintah Iran melalui kantor berita Tasnim menyebut serangan itu justru mengenai kapal logistik sipil.
"dua kapal kargo kecil yang terkena serangan, menewaskan lima warga sipil," lapor kantor berita Tasnim mengutip sumber militer.
Trump menjelaskan bahwa banyak negara telah meminta bantuan Washington untuk membebaskan kapal-kapal mereka yang terjebak akibat blokade Iran. Menurutnya, kapal-kapal yang tertahan tersebut merupakan pihak netral yang tidak seharusnya terlibat dalam konflik.
"negara-negara dari seluruh dunia telah meminta AS apakah mereka dapat membantu membebaskan kapal-kapal tersebut, yang ia gambarkan sebagai 'sekadar pihak netral yang tidak bersalah'," kata Donald Trump melalui unggahan media sosial.
Presiden AS juga mengisyaratkan adanya jalur diplomasi yang sedang ditempuh untuk meredakan ketegangan di kawasan Teluk. Ia menilai proses komunikasi dengan pihak Iran menunjukkan tanda-tanda perkembangan yang bisa menguntungkan bagi stabilitas global.
"sangat positif," dan bahwa pembicaraan tersebut "dapat mengarah pada sesuatu yang sangat positif bagi semua pihak," tambah Donald Trump.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi memberikan kritik tajam terhadap kehadiran militer AS di wilayah kedaulatan mereka. Ia menegaskan bahwa pendekatan kekuatan senjata tidak akan menyelesaikan akar permasalahan politik yang terjadi.
"menunjukkan dengan jelas bahwa tidak ada solusi militer untuk krisis politik," kata Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi.
Araghchi menilai proyek yang diinisiasi Washington hanya akan memperkeruh suasana tanpa memberikan jalan keluar yang nyata. Ia secara konsisten menolak intervensi militer asing di jalur perairan strategis tersebut.
"Proyek kebebasan adalah proyek kebuntuan," imbuh Abbas Araghchi.
Dampak ekonomi dari blokade ini sangat signifikan mengingat 20 persen pasokan minyak dan gas alam cair dunia melewati Selat Hormuz. Kelangkaan pasokan akibat penutupan jalur ini telah memicu lonjakan harga bahan bakar di pasar global secara drastis.
Krisis ini juga menyandera sekitar 20.000 pelaut yang terjebak di kawasan Teluk dengan kondisi pasokan logistik yang mulai menipis. Ketegangan militer semakin meningkat saat Jenderal Iran menegaskan ancaman terhadap pasukan asing.
"setiap kekuatan bersenjata asing" yang mencoba mendekati atau memasuki selat itu, "terutama tentara AS yang agresif," ujar kepala komando pusat Iran.
Mayor Jenderal Ali Abdollahi menegaskan kedaulatan penuh Iran atas wilayah selat tersebut dalam pernyataan resminya. Ia menuntut agar setiap aktivitas pelayaran internasional harus berkoordinasi dengan otoritas militer Teheran.
"berada di bawah kendali" angkatan bersenjata Iran. Adapun pelayaran melalui Selat Hormuz, tambahnya, harus dikoordinasikan dengan Iran "dalam segala keadaan," kata Mayor Jenderal Ali Abdollahi.
Kritik juga datang dari parlemen Iran yang melihat aksi AS sebagai gangguan terhadap proses perdamaian yang sedang dirintis. Ebrahim Azizi menyatakan bahwa tindakan Washington dapat membatalkan kesepakatan yang sudah ada.
"setiap campur tangan Amerika" akan "dianggap sebagai pelanggaran gencatan senjata," tulis anggota parlemen senior Iran Ebrahim Azizi.
Juru runding utama Iran Mohammad Bagher Ghalibaf juga menyoroti dampak blokade ekonomi yang terjadi akibat eskalasi ini. Ia menuduh adanya upaya untuk menekan ekonomi dunia melalui penutupan jalur pelayaran.
"blokade tersebut sama dengan menyandera perekonomian global," kata juru runding utama Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf.
Pada hari Senin (4/5), perusahaan pelayaran Maersk mengonfirmasi bahwa kapal Alliance Fairfax berhasil keluar dari Teluk dengan pengawalan militer AS. Meski demikian, serangan lain dilaporkan menimpa kapal tanker milik Adnoc dari Uni Emirat Arab dan sebuah ledakan pada kapal asal Korea Selatan di dekat lokasi kejadian.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·