Jakarta (ANTARA) - Anggota Komisi IV DPR RI Daniel Johan mendukung penuh rencana Presiden Prabowo Subianto untuk membangun desa nelayan sebab program itu sudah dinantikan komunitas nelayan di pesisir.
Daniel mengatakan bahwa program prioritas yang disampaikan Presiden Prabowo dalam pidato di Rapat Paripurna DPR RI, Rabu (20/5), itu relevan dengan basis kepentingan masyarakat seluruh Indonesia.
"Mendorong realisasinya agar tidak hanya berhenti pada peresmian simbolik 1.386 desa pada tahun 2026," kata Daniel Johan di Jakarta, Kamis.
Menurut dia, pemerintah juga perlu menjamin bahan bakar minyak (BBM) solar subsidi untuk kapal-kapal nelayan. Jangan sampai rencana pembangunan stasiun pengisian bahan bakar khusus di desa nelayan tidak didukung kelancaran distribusi solar.
Selain itu, dia juga mendukung upaya Presiden Prabowo meningkatkan nilai tukar petani.
Menurut dia, petani tidak hanya membutuhkan indeks yang naik di atas kertas, tetapi juga kepastian pendukung lainnya.
"Keterjangkauan pupuk, kepastian harga jual, dan akses pasar yang nyata," katanya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto dalam pidato pada Rapat Paripurna DPR RI itu menyinggung permasalahan nelayan yang masih kesulitan memperoleh es batu dan bahan bakar solar untuk melaut.
Oleh karena itu, pemerintah akan melakukan intervensi melalui pembangunan 5.000 desa nelayan dalam tiga tahun mendatang. Pada tahun ini, pemerintah menargetkan meresmikan 1.386 desa nelayan.
Pemerintah juga akan membangun instalasi pembuatan es batu, ruang pendingin atau cold storage, serta SPBU khusus nelayan di setiap desa nelayan.
Baca juga: Prabowo apresiasi nelayan bertaruh nyawa di laut demi keluarga
Baca juga: Himpunan nelayan apresiasi komitmen Presiden sejahterakan nelayan
Pewarta: Bagus Ahmad Rizaldi
Editor: Didik Kusbiantoro
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
43 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·