Jadi intinya...
- Imam Darto dipuji karena ketenangannya mengatasi masalah syuting film "Gudang Merica".
- Hujan deras dan longsor di Cianjur sempat menunda syuting adegan akhir dua hari.
- Darto mengubah adegan alternatif tanpa mengurangi esensi cerita, menunjukkan kepemimpinan cerdas.
Liputan6.com, Jakarta - Ada banyak kenangan yang tersimpan di benak Ardhito Pramono saat syuting film horor komedi Gudang Merica karya sineas Imam Darto. Salah satunya, mengeksekusi adegan akhir film dengan lokasi di Cianjur, Jawa Barat. Kala itu, hujan deras selama dua hari plus ada kabar tanah longsor. Dua hari gagal syuting karena faktor cuaca tak membuat Imam Darto panik atau marah. Ia mencoba tetap tenang lalu memetakan sejumlah solusi alternatif agar syuting tidak molor. Berkaca pada hal ini, Ardhito Pramono mengagumi Imam Darto.
“Sangat takjub dengan cara beliau menghadapi semua masalah (dalam proses produksi) yang ada. Gue merasa kayak, wah gila, memang seharusnya sutradara se-fun ini membawakannya. Bagaimana cara dia menyelesaikan masalah, kelihatan banget Pak Darto memang di situ kelasnya. Masalahnya cukup fatal yakni cuaca pas kami syuting di Cianjur,” katanya dalam interviu eksklusif dengan Showbiz Liputan6.com di Gedung KLY Jakarta Pusat, belum lama ini. Tak semua orang bisa tenang di tengah badai masalah. Imam Darto salah satu yang bisa.
“Cuaca dua hari benar-benar hujan badai. Longsor. Kalau gue jadi Pak Darto sih pulang, kabur sajalah. Tapi Pak Darto luar biasa tenang, dan jadi filmnya,” ungkap Ardhito Pramono. Yang dilakukan Imam Darto saat itu, membuat adegan alternatif untuk babak akhir film.
Hal ini diungkap bintang film Gudang Merica lainnya, yakni Fatih Unru. Shot dan adegan diubah tanpa mengurangi esensi cerita yang susah payah dibangun sejak awal. Imam Darto tetap fokus di lokasi syuting dan menyusun babak akhir alternatif di tengah badai.
Shot dan Adegan
“Shot dan adegannya beberapa diubah walaupun akhirnya tidak sesuai dengan apa yang ada di skrip tapi saya rasa itu pilihan terbaik dari Pak Darto. Dia enggak hanya sutradara yang baik, tapi juga pemimpin dan pencerita yang cerdas,” kenang Fatih Unru.
Gudang Merica mengisahkan, Razi (Ardhito Pramono), Rindu (Arla Ailani), Adit (Fatih Unru), dan Tanti (Zulfa Maharani) yang menjalani masa koas si Rumah Sakit Harapan Ayah. Malam demi malam jaga mendadak berubah menjadi penuh teror.
Memecahkan Masalah
Penyebabnya, pasien tanpa identitas meninggal di tangan mereka. Naskahnya digarap Imam Darto bersama Sesa Nasution dan Warman Nasution. Melewati beragam romantika, Ardhito Pramono dan Fatih Unru menyanjung kinerja Imam Darto.
“Dia bisa memecahkan masalah yang besar banget. Dia bilang, oke kasih gue waktu sejam dua jam. Lalu, dia menulis ulang adegan akhir bersama tim. Jadi, benar-benar saya respek karena bisa tenang saat ada masalah besar,” ucap Fatih Unru.
Dan Masih Bisa Bercanda
“Dan masih bisa bercanda di set padahal kepalanya berpikir bagaimana cara memecahkan masalah ini,” beri tahu Ardhito Pramono seraya menambahkan, Gudang Merica menyapa bioskop Indonesia mulai 21 Mei 2026.
Meski dikenal sebagai musisi, pelantun “Sudah” dan “Waking Up Together With You” itu mengaku tak mengisi soundtrack film Gudang Merica. Ardhito Pramono hanya memberi referensi musik atau lagu yang pas untuk mood film.
6 Tokoh Kunci Film Children of Heaven Karya Hanung Bramantyo, Dibintangi Jared Ali dan Humaira Jahra
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·