Preußen Münster menelan kekalahan pahit 2-3 dari rival abadi mereka, Arminia Bielefeld, dalam laga derby yang berlangsung di Stadion LVM-Preußen pada Sabtu, 25 April 2026. Hasil ini membuat harapan klub berjuluk Die Adlerträger untuk bertahan di Bundesliga 2 hampir sirna karena masih tertahan di zona degradasi.
Kekalahan tersebut semakin menyakitkan bagi tuan rumah setelah para penggemar Arminia Bielefeld melakukan aksi provokasi visual di tribun tamu. Berdasarkan laporan bild.de, sekitar 1.860 pendukung Bielefeld menempelkan stiker berwarna hitam, putih, dan biru di kursi stadion yang membentuk koreografi warna klub mereka setelah pertandingan berakhir.
Pihak keamanan awalnya mengizinkan lima kotak papan koreografi masuk karena dianggap sebagai atribut biasa. Namun, bagian belakang papan tersebut ternyata dilapisi perekat yang digunakan penggemar tim tamu untuk mengambil alih pemandangan tribun secara visual di markas Münster.
Pertandingan sendiri dimulai dengan agresif ketika Yassine Bouchama membawa Münster unggul cepat pada menit ke-3 melalui sundulan. Namun, Arminia Bielefeld berhasil membalikkan keadaan sebelum turun minum melalui gol-gol dari Munju Momoluh (menit 11), Roberts Uldrikis (menit 17), dan kapten Mael Corboz (menit 34).
Münster sempat mendapatkan peluang emas untuk menyamakan kedudukan, namun tendangan Jannis Heuer membentur mistar dan bola rebound dari Imad Rondic mengenai tiang gawang. Rondic baru bisa memperkecil ketertinggalan menjadi 2-3 pada menit ke-86, namun skor tersebut bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.
Pelatih Preußen Münster, Alois Schwartz, menyatakan kekecewaannya atas rapuhnya pertahanan tim dalam mengantisipasi situasi bola mati. Penurunan performa ini membuat Münster mencatat rekor buruk dengan hanya meraih satu kemenangan dalam 17 pertandingan terakhir.
"Kami kemasukan gol terlalu mudah, ketiganya dari situasi bola mati. Dan di lini serang kami terlalu tidak berbahaya. Seperti ini tidak cukup," kata Alois Schwartz, Pelatih Preußen Münster.
Schwartz menambahkan bahwa dirinya tidak meragukan tekad para pemain di lapangan. Namun, menurutnya usaha keras saja tidak cukup untuk mengamankan poin dalam situasi kritis saat ini.
"Mungkin keajaiban sepak bola," kata Alois Schwartz, Pelatih Preußen Münster.
Menurut laporan wn.de, manajemen klub sebenarnya telah mulai merencanakan masa depan di Liga 3 selama beberapa pekan terakhir sebagai langkah antisipasi. Dengan sisa tiga pertandingan melawan Hannover, Darmstadt, dan Elversberg, Münster tertinggal lima poin dari zona playoff promosi-degradasi.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·