AS pertimbangkan serangan baru ke Iran di tengah upaya diplomatik

Sedang Trending 50 menit yang lalu

Hamilton, Kanada (ANTARA) - Pemerintahan Trump sedang mempertimbangkan untuk melancarkan operasi militer lain terhadap Iran di tengah upaya diplomatik untuk mencapai kesepakatan baru yang masih berlangsung, menurut sebuah laporan pada Jumat.

CBS News melaporkan bahwa meski belum ada keputusan akhir yang dibuat, tetapi persiapan untuk kemungkinan tindakan terus dilakukan oleh pemerintah dan militer AS.

Laporan tersebut menyebut Trump bahkan membatalkan rencana menghabiskan libur akhir pekan Memorial Day di klub golf miliknya di New Jersey dan memilih kembali ke Gedung Putih karena situasi yang ia sebut berkaitan dengan urusan pemerintahan.

Selain itu, beberapa personel militer dan intelijen AS juga dilaporkan mengubah atau membatalkan rencana liburan ketika para pejabat bersiap menghadapi kemungkinan konflik baru.

Laporan itu juga mengatakan para pejabat pertahanan telah meninjau daftar penarikan personel di pangkalan-pangkalan di luar negeri, sementara rotasi pasukan terus berlanjut di Timur Tengah di tengah kekhawatiran kemungkinan pembalasan dari Iran.

AS dan Iran cenderung menghindari serangan langsung sejak gencatan senjata sementara diberlakukan pada April, sehingga negosiasi tidak langsung mengenai perjanjian yang lebih luas dapat dilanjutkan.

Juru bicara Gedung Putih Anna Kelly mengatakan kepada CBS News bahwa Trump tetap teguh bahwa Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir dan memperingatkan bahwa Washington siap menghadapi semua skenario yang mungkin terjadi jika perundingan gagal.

Sementara itu, Korps Garda Revolusi Islam Iran memperingatkan awal pekan ini bahwa serangan apa pun di masa depan oleh AS atau Israel dapat memperluas konflik di luar kawasan.

Meski demikian, menurut laporan itu Teheran diperkirakan akan segera menanggapi proposal AS yang baru-baru ini disampaikan melalui Pakistan, yang bertindak sebagai perantara.

Sumber: Anadolu

Baca juga: Iran tegaskan tidak minta konsesi apa pun dari AS

Baca juga: Rubio: Ada sedikit kemajuan soal Iran dan Hormuz

Baca juga: Iran siap gunakan senjata baru jika AS menyerang

Penerjemah: Yoanita Hastryka Djohan
Editor: Azis Kurmala
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.