Sebanyak 90 orang dilaporkan tewas akibat ledakan gas yang terjadi di sebuah tambang batu bara di Kota Changzhi, Provinsi Shanxi, China, pada Jumat malam, 22 Mei 2026. Insiden maut ini menjadi kecelakaan industri paling mematikan di negara tersebut sejak tahun 2009, seperti dilansir dari Bloombergtechnoz.
Peristiwa tragis tersebut langsung mendorong Presiden China Xi Jinping untuk mengeluarkan instruksi tegas demi menekan angka kecelakaan industri besar di tingkat nasional. Menurut laporan China Central Television, penyebab utama ledakan hebat di dalam area tambang batu bara tersebut saat ini masih dalam proses penyelidikan mendalam oleh pihak berwenang.
Bencana ini memicu reaksi keras dari jajaran pimpinan tertinggi pemerintahan China untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap standar keselamatan kerja. Langkah pengetatan pengawasan kini mulai diberlakukan guna mencegah terulangnya insiden serupa di sektor pertambangan.
Presiden Xi Jinping menyerukan penguatan upaya nasional dalam menekan kecelakaan industri besar. Xi meminta seluruh pihak mengambil pelajaran dari insiden tersebut, sekaligus memperkuat inspeksi risiko, pengendalian bahaya, dan kewaspadaan selama musim banjir.
Respons cepat juga datang dari jajaran eksekutif pemerintahan pusat yang menuntut adanya transparansi penuh atas penanganan dampak bencana ini. Pengawasan ketat akan diarahkan pada sektor-sektor industri yang memiliki risiko kerja tingkat tinggi.
Perdana Menteri Li Qiang turut menegaskan perlunya keterbukaan informasi dan penegakan tanggung jawab keselamatan yang lebih ketat di berbagai sektor utama, menurut kantor berita Xinhua.
Berdasarkan catatan sejarah, kecelakaan tambang batu bara terakhir di China dengan jumlah korban jiwa yang lebih besar terjadi pada 2009 di wilayah Heilongjiang yang menewaskan 108 orang. Regulasi resmi di China mengategorikan ledakan dengan korban lebih dari 30 orang sebagai kecelakaan luar biasa serius, yang merupakan level tertinggi dalam klasifikasi kecelakaan industri.
Provinsi Shanxi sendiri merupakan pusat produksi batu bara terbesar di negara tersebut, sehingga pengetatan inspeksi keselamatan berpotensi menahan pasokan dalam jangka pendek dan menopang harga di pasar. Saat ini batu bara masih menjadi penopang utama bauran energi di China, terutama untuk memenuhi kebutuhan pembangkit listrik dan aktivitas industri yang tinggi.
45 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·