BPH Migas dorong perluasan sambungan jargas bagi warga Bekasi

Sedang Trending 44 menit yang lalu
jargas rumah tangga makin diminati karena lebih hemat, praktis dan ramah lingkungan

Jakarta (ANTARA) - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mendorong perluasan sambungan jaringan gas bumi (jargas) untuk rumah tangga bagi warga Bekasi, Jawa Barat.

Kepala BPH Migas Wahyudi Anas dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu, mengatakan jargas rumah tangga makin diminati karena lebih hemat, praktis dan ramah lingkungan.

Pada Jumat (22/5), Kepala BPH Migas bersama PT Pertagas Niaga meninjau jargas di Kecamatan Rawalumbu Kota Bekasi, Jawa Barat.

Ketua RW 037 Kelurahan Bojong, Rawalumbu, Bambang Suharyono menyampaikan awalnya tidak semua warga berminat dipasang jargas yang didanai APBN tersebut, meski tidak dikenakan biaya.

Kini, setelah menyadari penggunaan jargas lebih efisien dan praktis dibanding LPG, warga ingin memakainya.

Baca juga: ESDM resmi teken kontrak pembangunan jaringan gas Cirebon tahap 1

"Di Rawalumbu ini, ada potensi puluhan ribu rumah tangga yang dapat menjadi pelanggan baru apabila biaya pemasangan lebih terjangkau. Kami mengharapkan adanya kebijaksanaan agar lebih banyak masyarakat yang dapat menikmati gas murah ini," jelas Bambang, yang setiap bulannya hanya membayar biaya penggunaan sekitar Rp50.000.

Pelanggan jargas lainnya, Sutaryoto mengaku tagihan gas bulanan di rumahnya hanya berkisar antara Rp40.000 hingga Rp60.000 yang digunakan untuk memasak hingga mengoperasikan pemanas air untuk mandi.

Sementara, saat memakai LPG, bisa mencapai lebih dari seratus ribu rupiah per bulan.

"Dulu kalau pakai LPG, harus bawa-bawa tabung. Kadang pas lagi masak, gas habis. Kalau sekarang, pakai jargas lebih nyaman dan tersedia 24 jam," ucapnya.

Keberadaan jargas juga mendukung kelancaran kegiatan "Jumat Berkah" di Masjid Jami Al Hikmah, Bojong, Rawalumbu.

Baca juga: Jargas di Sidoarjo bantu kebutuhan energi warga secara efisien dan aman

Setiap hari Jumat, dapur umum masjid itu menyediakan hingga 300 paket makanan untuk warga sekitar dengan biaya gas Rp130.000 per bulan.

Wahyudi Anas mengatakan pengembangan jargas dapat dilakukan melalui beberapa opsi pembiayaan, baik APBN maupun APBD melalui BUMD.

"Kami sudah menampung beberapa aspirasi masyarakat yang juga ingin berlangganan jargas. Bagaimana mekanismenya, sudah kita rumuskan bersama. Semoga nanti dapat dibangun dengan skema pembiayaan APBN atau APBD, sehingga dapat membantu warga di sini," tuturnya.

Sementara, dari sisi pasokan gas, ketersediaannya masih mencukupi untuk mendukung penambahan ribuan sambungan baru di wilayah tersebut.

Wahyudi mengungkapkan operasional pengelolaan jargas membutuhkan dukungan pembiayaan yang memadai karena biaya operasi dan pemeliharaan cukup besar.

Baca juga: Lebih murah dan praktis, BPH Migas: Jargas makin diminati

"Oleh sebab itu, diperlukan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan badan usaha agar layanan dapat berjalan berkelanjutan," tambahnya.

Wahyudi juga mengharapkan masyarakat turut menjaga fasilitas jargas agar dapat dimanfaatkan secara optimal.

"Jaga jangan sampai nanti ada gangguan-gangguan dan kendala teknis, yang bisa berdampak kurang baik terhadap keamanan dan keselamatan warga," katanya.

Hingga saat ini, Pertagas Niaga telah mengaktivasi 254.708 sambungan rumah (SR) dari 308.833 SR atau 82 persen yang tersebar di 25 kabupaten/kota di 8 provinsi.

Khusus Kota Bekasi, Pertagas Niaga mengelola 4.857 SR yang dalam pelaksanaannya bekerja sama dengan BUMD Sinergi Patriot Bekasi.

Melalui kerja sama ini diharapkan pengelolaan jargas lebih optimal dan profesional.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama Pertagas Niaga Toto Yulianto mengatakan pihaknya siap mendukung perluasan jaringan gas bumi.

"Kami berkomitmen apabila memang ada kebutuhan terkait jargas, kami siap melakukan teamwork (bekerja sama). Baik melalui skema APBN maupun APBD, kami siap menjalankan operasionalnya," ujarnya.

Baca juga: BPH Migas cek stok BBM dan Jargas Bekasi-Karawang

Baca juga: Perkuat ketahanan energi, BPH Migas dorong penggunaan gas bumi

Pewarta: Kelik Dewanto
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.