Jakarta (ANTARA) -
Penyanyi Olivia Rodrigo kembali menghadirkan nuansa emosional khasnya lewat lagu terbaru berjudul "The Cure" yang menjadi single kedua dari album ketiganya.
Variety pada Jumat (22/5) menulis lagu tersebut memperlihatkan arah musikal dan emosional baru Rodrigo sekaligus menandai pendewasaan dalam penulisan lagunya.
Sebelumnya, Rodrigo merilis single pertama bertajuk "Drop Dead "yang debut di posisi pertama tangga lagu dan menampilkan sisi lebih ceria dibanding karya-karyanya terdahulu. Namun, “The Cure” membawa kembali nuansa melankolis dan dramatis yang selama ini identik dengan penyanyi berusia 23 tahun tersebut.
Baca juga: Olivia Rodrigo bawakan "Drop Dead" di panggung Coachella
Lagu berdurasi sekitar lima menit itu dibuka dengan petikan gitar akustik bernuansa sendu sebelum perlahan berkembang menjadi lagu dengan intensitas emosional yang lebih besar. Produser sekaligus kolaborator Rodrigo, Dan Nigro, kembali terlibat dalam penggarapan lagu tersebut.
Kritikus menilai “The Cure” berhasil mempertahankan identitas emosional Olivia Rodrigo tanpa sepenuhnya bergantung pada aransemen rock yang agresif seperti di album-album sebelumnya.
Video musik “The Cure” yang disutradarai Cat Solen dan Jamie Gerin juga menampilkan nuansa dramatis dan simbolis. Dalam video tersebut, Olivia Rodrigo berperan sebagai perawat bergaya klasik yang melakukan eksperimen sebelum mengalami perubahan tubuh bernuansa horor psikologis.
Pada bagian akhir video, Rodrigo terlihat menghancurkan properti di sebuah apartemen setelah melalui berbagai adegan emosional sepanjang klip.
“The Cure” juga disebut menunjukkan perkembangan tema dalam karya Olivia Rodrigo.
Jika album-album sebelumnya seperti "SOUR" dan "GUTS" banyak diwarnai kemarahan dan kekecewaan dalam hubungan, lagu terbaru ini dinilai lebih reflektif dan matang secara emosional.
Melalui lagu tersebut, Rodrigo mengeksplorasi hubungan yang tampak sehat tetapi ternyata tetap tidak mampu menjadi "penyembuh" emosional baginya.
Album ketiga Rodrigo yang berjudul "You Seem Pretty Sad for a Girl in Love" dijadwalkan rilis dalam beberapa pekan mendatang. Album itu disebut akan menggambarkan perjalanan hubungan yang dimulai dengan kebahagiaan seperti dalam “Drop Dead” hingga berubah menjadi rasa kecewa seperti yang tergambar dalam “The Cure”.
Baca juga: Olivia Rodrigo bersiap akan kembali dengan album baru
Baca juga: Miley Cyrus refleksikan karier sejak era “Hannah Montana”
Baca juga: Taylor Swift ajukan pendaftaran merek dagang untuk suara dan fotonya
Baca juga: Selena Gomez akui lagu Taylor Swift “Dorothea terinspirasi dirinya
Penerjemah: Farika Nur Khotimah
Editor: Natisha Andarningtyas
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
45 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·