Asal&usul Sebutan Lebaran Haji dan Makna Spiritual Idul Adha

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Masyarakat Indonesia sering menggunakan istilah Lebaran Haji untuk menyebut perayaan Idul Adha. Sebutan yang sangat populer ini memiliki akar sejarah dan budaya yang kuat di Nusantara.

Istilah tersebut muncul karena perayaan Idul Adha terjadi bersamaan dengan puncak pelaksanaan ibadah haji di Tanah Suci. Dilansir dari Cahaya, keterkaitan ini merujuk pada momen spiritual jemaah di Makkah.

Satu hari sebelum Idul Adha, para jemaah haji melaksanakan wukuf di Padang Arafah sebagai rukun haji yang paling utama. Tanpa wukuf, ibadah haji seseorang dianggap tidak sah secara syariat.

Jemaah berdiam diri di Arafah mulai tergelincirnya matahari pada 9 Dzulhijjah hingga menjelang fajar 10 Dzulhijjah. Selama prosesi ini, umat Islam dianjurkan memperbanyak zikir dan doa.

Kata lebaran sendiri berkembang dari budaya lokal Nusantara dan bukan berasal dari bahasa Arab. Dalam kajian linguistik Jawa, kata ini sering dikaitkan dengan makna selesai atau usai.

Penamaan Lebaran Haji menjadi pembeda dengan Idul Fitri yang kerap dijuluki Lebaran Puasa. Hal ini menunjukkan adanya akulturasi antara nilai keagamaan dan tradisi lokal di Indonesia.

Sejarah Idul Adha juga berakar pada kisah Nabi Ibrahim dan putranya, Nabi Ismail. Peristiwa ini diabadikan dalam Al-Qur'an Surah As-Saffat ayat 100–111 mengenai ujian ketaatan.

Nabi Ibrahim menerima perintah melalui mimpi untuk menyembelih Ismail. Saat perintah itu disampaikan, sang putra menunjukkan kepatuhan luar biasa kepada sang ayah dan Allah SWT.

"Wahai ayahku, lakukanlah apa yang diperintahkan (Allah) kepadamu. Insyaallah engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar."

Nilai Pengorbanan dan Ketulusan

Puncak peristiwa tersebut terjadi ketika Allah menggantikan posisi Nabi Ismail dengan seekor domba. Momentum ini menjadi landasan utama disyariatkannya ibadah kurban bagi umat Muslim di seluruh dunia.

Idul Adha mengandung nilai ketundukan total manusia kepada kehendak Pencipta. Lebaran Haji bukan sekadar perayaan rutin, melainkan simbol keikhlasan dalam mengorbankan sesuatu yang dicintai demi ketaatan.

Momen ini juga menyatukan umat Islam secara global. Saat jemaah haji melempar jumrah di Mina, umat Muslim lainnya melaksanakan salat Id dan penyembelihan hewan kurban di tempat masing-masing.

Berdasarkan kalender Hijriah dari Kementerian Agama Republik Indonesia, Idul Adha 1447 H diperkirakan jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026. Keputusan resmi tetap menunggu hasil sidang isbat.

Muhammadiyah juga telah menetapkan tanggal yang sama melalui maklumat resminya. Jika tidak ada perbedaan hasil rukyat, perayaan Idul Adha 2026 di Indonesia berpotensi dilaksanakan secara serentak.