PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mencatat lonjakan signifikan pada trafik penumpang dan kendaraan di sejumlah lintasan utama nasional selama periode libur panjang Kenaikan Yesus Kristus yang berlangsung sejak Rabu (13/5) hingga Minggu (17/5) pukul 14.00 WIB.
Tren peningkatan mobilitas masyarakat pada moda transportasi laut tersebut terjadi khususnya di koridor Jawa-Sumatera dan Bali. Berdasarkan data operasional perusahaan, pergerakan masyarakat kini tidak lagi menjadikan ferry sebagai moda alternatif melainkan pilihan utama.
Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Heru Widodo menilai momentum libur panjang ini menjadi cerminan dari meningkatnya kepercayaan publik terhadap kualitas layanan penyeberangan kontemporer yang semakin tertib serta terintegrasi.
"Transformasi layanan yang dilakukan ASDP beberapa tahun terakhir mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam bepergian. Ferry kini menjadi bagian penting dari gaya perjalanan masyarakat karena menawarkan fleksibilitas, efisiensi, serta pengalaman perjalanan yang semakin nyaman dan aman," ujar Heru Widodo, Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero).
Dilansir dari Detik Finance, data mencatat koridor Merak-Bakauheni telah melayani 133.248 penumpang dan 36.647 kendaraan. Sementara itu, pada arus balik dari Bakauheni menuju Merak, pihak ASDP melayani pergerakan sebanyak 118.383 penumpang serta 32.994 kendaraan.
Puncak lonjakan trafik tertinggi di lintasan Merak-Bakauheni terjadi pada Kamis (14/5) dengan mencatatkan pertumbuhan penumpang sebesar 60,7 persen dan kendaraan 41,5 persen. Pada arah sebaliknya di arus balik Bakauheni-Merak, kuantitas penumpang naik 19,5 persen sementara kendaraan naik 18,3 persen.
Kepadatan arus penyeberangan juga melanda koridor Ketapang-Gilimanuk dengan total 96.858 penumpang dan 26.258 kendaraan terlayani. Angka tersebut menunjukkan kenaikan masing-masing sebesar 47,1 persen untuk sektor penumpang dan 25,1 persen pada sektor kendaraan pada Kamis (14/5).
Pada rute arus balik dari Gilimanuk menuju Ketapang, ASDP mengamankan pelayanan terhadap 90.759 penumpang dan 26.317 kendaraan. Pergerakan pada lintasan balik ini mengalami kenaikan trafik penumpang mencapai 33,2 persen serta pertumbuhan kendaraan hingga 11,4 persen.
Merespons situasi tersebut, manajemen internal ASDP mengonfirmasi pengetatan standar operasional guna memastikan kenyamanan pelanggan tetap terjaga di area pelabuhan maupun selama pelayaran berlangsung.
Corporate Secretary ASDP Windy Andale menjelaskan, perusahaan terus memperkuat service excellence melalui optimalisasi armada, kesiapsiagaan personel, penguatan sistem keamanan, hingga penerapan standar keselamatan secara konsisten di pelabuhan maupun kapal.
"Kami memastikan seluruh layanan berjalan optimal dengan mengedepankan aspek keselamatan, keamanan, dan kenyamanan pengguna jasa. Penguatan operasional dilakukan secara menyeluruh melalui koordinasi intensif bersama regulator, operator kapal, aparat keamanan, serta seluruh pemangku kepentingan terkait," ujar Windy Andale, Corporate Secretary ASDP.
Sebagai langkah penunjang, peningkatan fasilitas di pelabuhan juga terus dipacu melalui penyediaan ruang tunggu berpendingin udara, charging station, kursi pijat, area bermain anak, tempat ibadah, hingga tenant makanan dan minuman.
Kemudahan akses perjalanan penumpang kini diakomodasi melalui optimalisasi layanan platform digital Ferizy yang melayani pemesanan tiket sejak H-60 sehingga proses check-in berjalan lebih cepat.
"Kami dorong masyarakat yang akan naik ferry, agar membeli tiket sejak jauh hari karena sudah tidak ada lagi penjualan tiket di pelabuhan. Pastikan bertiket H-1 dan hindari pembelian melalui calo yang dapat merugikan pengguna jasa," ujar Windy Andale, Corporate Secretary ASDP.
Perusahaan menegaskan komitmennya untuk terus menjadi tulang punggung konektivitas nasional yang menghadirkan layanan penyeberangan selamat, andal, dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat Indonesia.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·