ASDP Garap Layanan Water Taxi Penghubung Bandara Ngurah Rai dan Canggu

Sedang Trending 2 jam yang lalu

PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) tengah menyiapkan pengembangan layanan water taxi sebagai penguatan konektivitas antarmoda di Bali pada Minggu (19/4/2026). Langkah strategis ini bertujuan menghubungkan Bandara I Gusti Ngurah Rai dengan kawasan pariwisata Canggu melalui jalur laut.

Kebutuhan moda transportasi di Pulau Dewata terus mengalami peningkatan seiring tingginya mobilitas wisatawan. Dilansir dari Money, pemerintah mendorong inisiatif ini guna merespons dinamika ekonomi dan pariwisata yang semakin berkembang pesat di wilayah tersebut.

“Kami berperan aktif mendukung persiapan layanan yang menghubungkan Bandara I Gusti Ngurah Rai dengan kawasan Canggu. Inisiatif ini merupakan langkah strategis dalam merespons kebutuhan mobilitas yang semakin dinamis, sekaligus memperkuat konektivitas antarmoda di kawasan pariwisata unggulan,” kata Heru Widodo, Direktur Utama ASDP.

Pengembangan moda transportasi air ini diproyeksikan menjadi bagian penting dari sistem transportasi yang terintegrasi di Bali. Heru menjelaskan bahwa kehadiran layanan tersebut diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi kenyamanan para pengguna jasa.

“Kami berharap layanan ini dapat menjadi alternatif yang efisien, aman, dan nyaman bagi masyarakat maupun wisatawan,” ujarnya.

Integrasi antara moda transportasi darat, laut, dan udara dinilai menjadi solusi efektif untuk mengurai kemacetan. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memberikan penilaian positif terhadap rencana pengoperasian taxi air di wilayah Kabupaten Badung.

“Inisiatif ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi mobilitas sekaligus mengurangi kepadatan lalu lintas, khususnya di wilayah Kabupaten Badung sebagai pusat aktivitas pariwisata Bali,” kata Dudy.

Pihak ASDP bersama PT Angkasa Pura Indonesia telah merampungkan studi kelayakan yang mencakup berbagai aspek mendalam. Hasil kajian dari sisi pasar, teknis, finansial, hingga lingkungan menunjukkan bahwa proyek rute Sekeh menuju Canggu atau Berawa sangat potensial untuk dijalankan.

Secara operasional, efisiensi waktu menjadi keunggulan utama layanan ini karena perjalanan darat yang biasanya memakan waktu 1 hingga 2 jam bisa dipangkas menjadi sekitar 30 menit. Corporate Secretary ASDP Windy Andale memberikan penegasan mengenai pentingnya ketepatan dalam pemilihan rute.

“Melalui pendekatan ini, layanan water taxi diharapkan tidak hanya efisien, tetapi juga aman dan terintegrasi dengan ekosistem pariwisata Bali,” jelas Windy.

Proses pengerjaan proyek kini telah memasuki fase penyusunan Detailed Engineering Design (DED) serta pemenuhan berbagai dokumen perizinan. Seluruh tahapan administratif dan teknis ini ditargetkan selesai sepenuhnya pada tahun 2026 sebelum dilaporkan kepada pemerintah.

“ASDP pada prinsipnya siap mendukung kebijakan pemerintah dalam pengembangan konektivitas transportasi yang terintegrasi, dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan, kesiapan infrastruktur, serta kebutuhan riil di lapangan,” jelas Windy.

Penyediaan infrastruktur maritim yang inklusif menjadi komitmen perusahaan dalam memperkuat ekosistem transportasi nasional secara berkelanjutan.

“Komitmen ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan sistem transportasi maritim yang inklusif, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta mendukung penguatan ekosistem transportasi nasional,” tegasnya.