Cebu (ANTARA) - Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) pada Jumat mengadopsi beberapa kesepakatan penting yang bertujuan memperkuat kerja sama regional dalam bidang keamanan maritim, aksi iklim, penanggulangan bencana, dan inovasi digital.
Menyampaikan hasil Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-48 ASEAN dan Pertemuan Terkait di Cebu, Presiden Filipina Ferdinand R. Marcos Jr. mengatakan bahwa salah satu dokumen utama yang diadopsi adalah Deklarasi Para Pemimpin ASEAN tentang Kerja Sama Maritim.
“Deklarasi tersebut juga mencakup usulan pembentukan Pusat Maritim ASEAN di Filipina,” kata Marcos di hadapan media lokal dan internasional.
Deklarasi tersebut menegaskan kembali komitmen kolektif ASEAN untuk memperdalam kerja sama maritim dan mengakui sifat multidimensi isu-isu maritim, termasuk keselamatan navigasi, keamanan maritim, dan koordinasi regional.
Para pemimpin regional juga mengadopsi Deklarasi ASEAN tentang Pemberdayaan Pemuda dalam Aksi Iklim dan Ketahanan Bencana, yang menyoroti peran generasi muda dalam pengurangan risiko iklim dan kesiapsiagaan bencana.
Hasil penting lainnya adalah adopsi Pernyataan Para Pemimpin ASEAN tentang Konvergensi ASEAN dalam Respons Bencana, yang memperkenalkan Kerangka ASEAN Strategic Protocol for Emergency and Comprehensive Transformation (ASPECT) untuk memperkuat koordinasi darurat regional dan mekanisme tanggap bencana.
Lebih lanjut, Marcos mengatakan para pemimpin ASEAN juga mengakui meningkatnya peran inovasi, termasuk kecerdasan buatan (AI) dan perangkat digital, dalam meningkatkan prakiraan energi, pemantauan sistem pangan, dan penyaluran perlindungan sosial, sambil memastikan teknologi tersebut tetap berlandaskan akuntabilitas dan standar internasional.
Presiden Filipina itu juga menyoroti dukungan Bank Pembangunan Asia (ADB) untuk program-program ASEAN yang mencakup konektivitas regional, keamanan energi, pasar modal, ketahanan pangan, kesiapan AI, ekonomi biru, perlindungan sosial, dan kesehatan masyarakat.
“Kami menantikan peningkatan kerja sama dengan ADB melalui dukungan yang direncanakan untuk berbagai inisiatif utama ASEAN seperti ASEAN Power Grid, ASEAN Capital Markets Initiative, kesiapan AI, ekonomi biru, dan ketahanan sungai,” ucap Marcos.
Perkembangan besar lainnya selama KTT adalah adopsi Protokol Cebu untuk Mengubah Piagam ASEAN, amendemen pertama terhadap piagam ASEAN sejak ditandatangani pada tahun 2007.
Marcos mengatakan amendemen tersebut mendukung evolusi berkelanjutan ASEAN sebagai komunitas regional yang lebih kuat dan lebih inklusif, serta memperkuat integrasi Timor Leste ke dalam blok regional.
Para pemimpin ASEAN juga mengakui kemajuan dalam pilar Politik-Keamanan, Ekonomi, dan Sosial-Budaya seiring kawasan mulai mengimplementasikan Visi Komunitas ASEAN 2045.
Sumber: PNA
Baca juga: Filipina serukan penguatan kerja sama maritim saat buka KTT ASEAN
Baca juga: Filipina dorong deklarasi ASEAN tentang kerja sama maritim
Baca juga: ASEAN sambut baik komitmen India dorong kerja sama maritim
Penerjemah: Kuntum Khaira Riswan
Editor: Azis Kurmala
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
59 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·