AS klaim blokir sedikitnya 70 tanker dari pelabuhan Iran

Sedang Trending 50 menit yang lalu

Istanbul (ANTARA) - Militer Amerika Serikat mengeklaim telah memblokir lebih dari 70 tanker untuk masuk atau keluar dari pelabuhan Iran, kata Komando Pusat AS (CENTCOM) pada Jumat.

Dalam unggahan di platform X, CENTCOM menyebutkan kapal-kapal komersial yang telah diblokir tersebut memiliki kapasitas untuk mengangkut lebih dari 166 juta barel minyak Iran senilai lebih dari $13 miliar (Rp225,5 triliun).

AS memulai blokade angkatan laut dengan menargetkan lalu lintas maritim Iran di Selat Hormuz sejak 13 April. Menurut CENTCOM, lebih dari 15.000 tentara, 200 pesawat, dan 20 kapal perang menjalankan misi tersebut.

Blokade itu telah menambah tekanan terhadap pengiriman regional dan arus energi karena risiko keamanan tetap tinggi di sekitar Selat Hormuz, sebagai titik jalur air strategis dan penting bagi pengiriman minyak mentah global.

Baca juga: Selat Hormuz memanas, tanker China diserang di pesisir Uni Emirat Arab

Data terbaru dari CENTCOM menunjukkan sebagian besar kapal kargo pengangkut minyak yang terkait dengan Iran masih terdampar karena konflik terus berlanjut. Hal itu berpotensi meningkatkan tekanan pada pendapatan ekspor Teheran.

Ketegangan tersebut juga telah meningkatkan kekhawatiran di pasar energi mengenai gangguan pasokan, karena perang dan pembatasan maritim terkait terus memengaruhi pergerakan kapal tanker di seluruh wilayah Teluk.

Sementara itu, untuk hari kedua berturut-turut, tidak ada kapal komersial besar melewati Selat Hormuz dalam 24 jam, tercatat hingga Jumat pukul 09.00 GMT (pukul 16.00 WIB), demikian menurut data pelacakan kapal yang dikumpulkan Anadolu.

Sumber: Anadolu

Baca juga: Iran bantah terlibat serangan ke kapal Korsel di Selat Hormuz

Baca juga: Iran terapkan mekanisme baru lintasan kapal di Selat Hormuz

Penerjemah: Cindy Frishanti Octavia
Editor: Fransiska Ninditya
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.