Jakarta (ANTARA) - ASEAN dan Uni Eropa (EU) sepakat mendorong aksi nyata untuk memajukan transisi energi dan pertumbuhan berkelanjutan melalui kolaborasi di tingkat kawasan serta mendukung perencanaan yang kohesif.
Dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Keberlanjutan ASEAN-EU, di sela-sela KTT ke-48 ASEAN di Cebu, Filipina, Kamis, Indonesia menilai perencanaan dan kolaborasi tersebut penting dalam upaya mengintegrasikan prinsip keberlanjutan pembangunan ekonomi.
"Satu-satunya jalan yang layak ke depan adalah perencanaan kohesif yang mengintegrasikan keberlanjutan dalam setiap aspek pembangunan," kata Deputi Bidang Pangan, Sumber Daya Alam, dan Lingkungan Hidup Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Leonardo Sambodo yang mewakili Indonesia dalam agenda tersebut.
Baca juga: Presiden Prabowo ajak ASEAN percepat jaringan energi di kawasan
Menurut keterangan Dewan Bisnis EU-ASEAN (EU-Asean Business Council) yang diterima di Jakarta, Kamis, ASEAN dan Uni Eropa sepakat bahwa keberlanjutan telah menjadi keharusan secara ekonomi di tengah tekanan serta masalah ekonomi dan iklim.
Dengan demikian, kerja sama antara kedua kawasan tersebut menjadi faktor penting dalam membuka peluang baru serta mewujudkan komitmen bersama di bidang pembangunan berkelanjutan.
Sementara itu, Duta Besar Uni Eropa untuk Filipina Massimo Santoro mengatakan ambisi nasional dalam mengendalikan perubahan iklim dan lingkungan sering tidak selaras dengan kemampuan finansial dalam implementasinya.
"Oleh karena itu, menguatkan hubungan antara ambisi dan pendanaan amat penting untuk mengubah kebijakan menjadi dampak nyata,” kata Dubes Santoro.
Baca juga: Presiden akan bahas isu energi dan stabilitas kawasan di KTT ASEAN
Menteri Keuangan Filipina Frederick Go juga menekankan pentingnya menyelaraskan pertumbuhan ekonomi dengan prioritas keberlanjutan. Dia juga menyoroti peran penguatan kemitraan perdagangan dalam mendukung transisi energi.
Menkeu Go mencontohkan kerja sama Uni Eropa dan Filipina, yang terus berjalan dengan baik hingga kini, mulai difokuskan ke sektor keberlanjutan, iklim, dan pertumbuhan inklusif.
Wakil Ketua dan Direktur Eksekutif Komisi Perubahan Iklim Filipina (CCC) Robert Borje menjelaskan krisis energi yang terjadi saat ini membuka peluang baru akan kerja sama dan investasi dalam upaya bersama mewujudkan masa depan dan sumber energi yang lebih hijau.
KTT Keberlanjutan ASEAN-EU 2026 diselenggarakan EU-ASEAN Business Council dan Kamar Dagang Eropa Filipina (ECCP) dengan dukungan Departemen Perdagangan dan Industri Filipina di bawah keketuaan Filipina di ASEAN pada 2026.
KTT ke-48 ASEAN, yang dihadiri para pemimpin negara Asia Tenggara, akan dilaksanakan pada Jumat (8/5) waktu Filipina.
Baca juga: Malaysia dukung integrasi ekonomi lewat jaringan kereta ASEAN Express
Pewarta: Nabil Ihsan
Editor: Fransiska Ninditya
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
54 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·