Tokyo (ANTARA) - Jepang turun ke posisi ketiga dalam peringkat global untuk kreditur bersih pada 2025, meskipun aset eksternal bersihnya (net external asset) mencapai rekor tertinggi, kata Kementerian Keuangan Jepang pada Selasa (26/5).
Aset eksternal bersih negara, atau nilai aset luar negeri yang dimiliki oleh pemerintah Jepang, perusahaan, dan individu dikurangi utang luar negeri mereka, termasuk investasi asing di Jepang, mencapai 561,75 triliun yen (1 yen = Rp111) atau sekitar 3,5 triliun dolar AS (1 dolar AS = Rp17.743) pada akhir 2025, naik 4,4 persen dari setahun sebelumnya.
Angka tersebut menandai rekor tertinggi ketujuh berturut-turut, didukung oleh peningkatan investasi luar negeri dari perusahaan-perusahaan Jepang dan kenaikan valuasi ekuitas.
Rincian data menunjukkan aset eksternal bruto meningkat 8,5 persen menjadi 1.805,63 triliun yen, sementara liabilitas eksternal naik 10,5 persen menjadi 1.243,88 triliun yen, kata kementerian tersebut.
Jepang kehilangan statusnya sebagai kreditur terbesar global pada akhir 2024, dilampaui Jerman untuk pertama kalinya dalam 34 tahun.
Pewarta: Xinhua
Editor: Hanni Sofia
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·