Palembang (ANTARA) - Pengelola Asrama Haji Palembang menyiapkan 250 kamar untuk melayani calon haji asal Sumatera Selatan (Sumsel) dan Bangka Belitung (Babel) sebelum diberangkatkan ke Arab Saudi pada 22 April - 15 Mei 2026.
"Kamar yang tersedia di asrama haji ini lebih dari cukup untuk menampung jamaah yang setiap kelompok terbang (kloter) maksimal 445 orang karena setiap kamarnya mampu menampung empat orang," kata Kakanwil Kementerian Haji dan Umrah Sumsel Arkan Nurwahiddin, di Palembang, Selasa.
Dia menjelaskan, berdasarkan data calon haji asal Sumsel dan Babel yang diberangkatkan melalui Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang mencapai 7.036 orang.
"Ada 7.036 calon haji yang diberangkatkan melalui Embarkasi Palembang dengan perincian 5.859 orang dari Sumsel dan 1.077 orang dari Babel, serta 64 petugas pendamping jamaah," ujarnya.
Pemberangkatan jamaah asal Sumsel dan Babel dilakukan dua gelombang yakni gelombang pertama pada 22 April - 5 Mei 2026 dan gelombang kedua pada 9 - 15 Mei 2026.
Berdasarkan data, calon haji yang akan diberangkatkan melalui Embarkasi Palembang kloter pertama berjumlah 441 orang dari Kabupaten OKU Timur, Sumsel ditambah 4 petugas.
Pemberangkatan jamaah tersebut menggunakan maskapai penerbangan Saudi Arabian Airlines melalui Embarkasi Palembang, Rabu (22-4-2026) dan mendarat di Bandar Udara Internasional Pangeran Mohammad bin Abdul Aziz di Madinah.
Calon haji yang menginap bisa memanfaatkan fasilitas manasik yang ada di lingkungan asrama haji, sehingga persiapan ibadahnya benar-benar maksimal.
Sebelum berangkat jamaah bisa melakukan manasik bersama dengan memanfaatkan replika lintasan tawaf dan sa'i seperti yang ada di kawasan Masjidil Haram, Mekkah, jelas Kakanwil Arkan.
Baca juga: JCH Rejang Lebong tergabung di Kolter 5 Embarkasi Padang
Baca juga: Di pelantikan PPIH, Pemerintah tegaskan komitmen lindungi jamaah haji
Pewarta: Yudi Abdullah
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·