Mataram (ANTARA) - Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) membangun sejumlah rest shelter di tiap jalur pendakian di kawasan Gunung Rinjani dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada para wisatawan yang datang berkunjung.
"Pada tahun ini kami membangun fasilitas rest shelter di pos-pos jalur pendakian di kawasan Gunung Rinjani Lombok," kata Kasubbag Tata Usaha (TU) pada Balai TNGR NTB Asrekita di Mataram, Kamis.
Ia mengatakan untuk sementara yang sudah terbangun ada di jalur pendakian Sembalun dan Senaru. Sedangkan untuk jalur pendakian Torean dan Timbanuh, rest shelter sedang dalam proses.
Baca juga: Gubernur NTB: Konservasi prioritas utama pengelolaan Geopark Rinjani
"Di jalur pendakian Sembalun ada 6 rest shelter dan jalur pendakian Senaru ada 6 rest shelter," katanya.
Ia mengatakan adapun fasilitas di rest shelter yang bisa dimanfaatkan oleh para pendaki di antaranya tempat duduk dengan kapasitas bisa sampai 10 orang, lampu dan colokan listrik yang bersumber dari panel surya.
"Kami harapkan ini bisa dimanfaatkan oleh pendaki untuk beristirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanannya ataupun untuk berteduh saat musim hujan namun tidak diperbolehkan untuk mendirikan tenda di dalamnya, membuang sampah dan juga vandalisme," katanya.
Baca juga: Pemprov NTB: Tata kelola Geopark Rinjani-Lombok sesuai standar global
Sementara itu, Kepala Balai TNGR NTB Budhy Kurniawan mengatakan pembangunan rest shelter di jalur pendakian Gunung Rinjani sebagai bagian dari upaya peningkatan fasilitas dan keselamatan pendaki di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani.
"Shelter ini dirancang dengan struktur yang kokoh, desain ergonomis, serta akan dilengkapi panel surya untuk mendukung kebutuhan energi ramah lingkungan di jalur pendakian," katanya.
Ia mengatakan kehadirannya diharapkan menjadi ruang singgah yang aman bagi para pendaki untuk beristirahat, berlindung dari cuaca ekstrem, hingga memulihkan tenaga sebelum melanjutkan perjalanan.
Baca juga: Geopark Rinjani-Lombok kembali kantongi Kartu Hijau dari UNESCO
Bukan sekadar tempat berteduh, rest shelter ini adalah bentuk komitmen dalam menghadirkan pengalaman pendakian yang lebih baik tanpa mengesampingkan kelestarian alam Rinjani.
"Mari bersama menjaga fasilitas yang dibangun, menjaga kebersihan jalur, dan terus mencintai Rinjani dengan tindakan nyata," katanya.
Baca juga: Pengelola Geopark Rinjani dorong kopi lokal jadi tujuan wisata pendaki
Baca juga: Geopark Rinjani usul pembangunan "shelter" sampah di Gunung Rinjani
Pewarta: Akhyar Rosidi
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·