Kendari (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) mencatat sebanyak 8.616 jiwa dan 2.326 rumah warga terdampak bencana banjir yang terjadi di delapan daerah se-Sultra sejak Sabtu (9/5).
"Jumlah rumah yang terendam banjir itu 2.326 bangun dengan warga terdampak 8.616 jiwa dari data yang masuk per hari Senin," kata Kepala BPBD Sultra Laode Saifuddin saat ditemui di Kendari, Selasa.
Dia menyebutkan bencana alam banjir terjadi di delapan daerah yakni Kota Kendari, Kabupaten Konawe Selatan, Konawe, Konawe Utara, Konawe Kepulauan, Kolaka, Kolaka Timur, dan Buton Utara.
Saifuddin menyampaikan jumlah rumah warga terendam banjir terparah berada di Kota Kendari dengan 794 bangunan, disusul Kabupaten Kolaka dan Konawe.
Baca juga: BPBD catat 1.967 jiwa dan 570 rumah terdampak banjir di Kolaka
"Semua di delapan daerah itu bencananya banjir, terakhir itu Buton Utara masuk laporan ke BPBD tadi malam," jelasnya.
Dengan kondisi itu BPBD Sultra mengimbau untuk masyarakat agar tetap waspada, apalagi dari perkiraan BMKG sejumlah daerah di Bumi Anoa masih diguyur hujan beberapa hari ke depan.
Saifuddin menjelaskan pemerintah sudah menyiapkan langkah-langkah penanganan jika sewaktu-waktu terjadi bencana susulan.
"Kami juga meminta masyarakat tidak terprovokaasi dengan informasi yang belum pasti terkait bencana alam," jelasnya.
Baca juga: Hujan deras, 317 warga mengungsi akibat banjir 80 cm di Kendari
Untuk Kota Kendari, kata Saifuddin, BPBD bersama Dinas Sosial serta SAR Brimob Polda Sultra sudah membangun posko pengungsian dan dapur umum untuk warga di bantaran Kali Wanggu.
Selain itu BPBD Sultra sudah menyiapkan bantuan logistik berupa makanan siap saji pop mie, beras 200 kilogram, air mineral 30 dus, kopi saset dan minyak goreng dengan jumlah bantuan terkumpul senilai Rp15 juta.
"Logistik ini kami tampung satu posko nanti didistribusikan ke daerah lain yang terdampak bencana," tambah Saifuddin.
Baca juga: BPBD: 62 KK di dua desa terdampak banjir rob Tomini Parigi Moutong
Pewarta: La Ode Muh. Deden Saputra/La Ode Ari
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·