Hujan deras yang mengguyur wilayah DKI Jakarta sejak Kamis malam mengakibatkan banjir setinggi 130 sentimeter merendam sedikitnya 31 Rukun Tetangga (RT) pada Jumat, 1 Mei 2026 pagi. Luapan sungai Ciliwung, Pesanggrahan, dan Krukut menjadi pemicu utama genangan di wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta yang dilansir dari Detikcom, titik banjir terkonsentrasi di 11 RT wilayah Jakarta Selatan dan 20 RT di Jakarta Timur hingga pukul 08.00 WIB. Ketinggian air di Jakarta Selatan dilaporkan berkisar antara 20 hingga 130 sentimeter, sementara di Jakarta Timur mencapai 40 hingga 70 sentimeter.
Pihak berwenang segera merilis pernyataan resmi terkait situasi darurat yang melanda ibu kota tersebut pada Jumat pagi.
"Hujan deras yang melanda wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya pada Kamis, 30 April 2026 menyebabkan terjadinya beberapa genangan di wilayah DKI Jakarta," demikian rilis BPBD DKI Jakarta," Jumat (1/5/2026).
Memasuki Jumat sore, kondisi genangan mulai menunjukkan penurunan di beberapa lokasi. Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) BPBD DKI Jakarta, Muhammad Yohan, mengonfirmasi bahwa jumlah area terdampak berkurang menjadi 17 RT dan satu ruas jalan utama.
"BPBD mencatat saat ini genangan terjadi di 17 RT dan satu ruas jalan. Ketinggian air antara 30 hingga 120 cm," kata Yohan dalam keterangannya, Jumat (1/5/2026).
Yohan merinci sebaran genangan saat ini mencakup 7 RT di Jakarta Barat, tepatnya di Kelurahan Kedoya Selatan dan Kembangan Selatan. Sedangkan 10 RT lainnya masih terendam di wilayah Jakarta Selatan meliputi Kelurahan Cipulir, Pondok Pinang, dan Kebayoran Lama Utara.
"Genangan terjadi akibat curah hujan tinggi serta luapan Kali Pesanggrahan, Kali Angke, dan Kali Krukut," ujarnya.
Selain kawasan pemukiman, luapan air juga menggenangi Jalan Puri Kembangan di depan Sekolah Budi Murni setinggi 20 sentimeter. BPBD DKI Jakarta telah mengerahkan tim gabungan dari Dinas SDA, Dinas Bina Marga, dan Dinas Gulkarmat untuk mempercepat penyedotan air di lokasi terdampak.
"BPBD mengerahkan personel untuk memonitor kondisi genangan dan berkoordinasi dengan Dinas SDA, Dinas Bina Marga, serta Dinas Gulkarmat untuk melakukan penyedotan air dan memastikan saluran air berfungsi optimal," jelasnya.
Pemerintah daerah kini fokus menyiapkan kebutuhan logistik bagi warga terdampak sembari memastikan seluruh saluran air bekerja maksimal. Layanan darurat 112 tetap disiagakan selama 24 jam penuh untuk melayani pengaduan warga terkait potensi bencana susulan.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·