Bank Mandiri Garap Pembiayaan Proyek Energi dari Sampah

Sedang Trending 1 jam yang lalu

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mulai menjajaki pengembangan pembiayaan proyek waste to energy guna memperluas portofolio berkelanjutan dan mendukung transisi ekonomi rendah karbon pada Selasa, 21 April 2026. Langkah ini dilakukan melalui keterlibatan aktif dalam berbagai forum strategis serta proyek percontohan bersama kementerian dan regulator terkait.

Ekspansi ke sektor energi baru terbarukan ini dilaporkan sebagai bagian dari agenda keberlanjutan perseroan sebagaimana dilansir dari Bloomberg Technoz. Bank berkode saham BMRI ini berupaya memetakan potensi skema pembiayaan baru pada sektor-sektor yang menjadi prioritas pembangunan nasional.

Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Henry Panjaitan menjelaskan bahwa inisiatif pengolahan sampah menjadi energi membuka peluang eksplorasi pendanaan yang lebih luas. Hal ini sekaligus menjadi strategi perseroan dalam memperkuat posisi sebagai mitra pemerintah untuk mencapai target net zero emission.

“Inisiatif seperti waste to energy memberikan ruang bagi Bank Mandiri untuk mengeksplorasi dan mengembangkan skema pembiayaan baru di sektor prioritas,” ujar Henry dalam Paparan Kinerja Kuartal I 2026, Selasa (21/4/2026).

Penjajakan proyek ini juga dibarengi dengan optimalisasi likuiditas perusahaan melalui penempatan dana pemerintah. Pengelolaan dana yang berasal dari Saldo Anggaran Lebih (SAL) tersebut dimanfaatkan untuk menjaga kelancaran penyaluran kredit kepada masyarakat dan pelaku usaha.

Direktur Corporate Banking Bank Mandiri Mochamad Rizaldi mengungkapkan bahwa pengelolaan dana SAL dilakukan secara hati-hati demi mendukung fungsi intermediasi bank. Penempatan dana tersebut diproyeksikan mampu menjaga efektivitas sistem keuangan nasional di tengah tantangan ekonomi global.

“Penempatan dana ini merupakan bagian dari upaya menjaga efektivitas transmisi likuiditas di sistem keuangan sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.

Penyaluran dana tersebut kemudian diarahkan pada berbagai sektor produktif mulai dari UMKM hingga industri padat karya. Bank Mandiri juga memprioritaskan bidang ketahanan pangan, hilirisasi sumber daya alam, manufaktur, layanan kesehatan, serta infrastruktur energi yang memiliki dampak ekonomi jangka panjang.