Banda Aceh (ANTARA) - Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menyatakan percepatan pemulihan ekonomi Aceh pascabencana difokuskan pada sektor produktif seperti UMKM, pertanian, perikanan dan perdagangan, karena sektor tersebut menjadi penggerak utama ekonomi di sana.
"Pemulihan dari rehab-rekon (rehabilitasi dan rekonstruksi) yang sekarang sedang kita dorong penggerak utama, terutama pada sektor produktif sehingga ekonomi Aceh bangkit kembali," kata Deputi Bidang Pembangunan Kewilayahan Kementerian PPN/Bappenas Medrilzam di Banda Aceh, Senin.
Pernyataan itu disampaikan saat menjadi pemateri lewat zoom dalam kegiatan Aceh Economic Forum bertajuk "Akselerasi Pemulihan Ekonomi Aceh Pascabencana di Tengah Ketidakpastian Global yang Semakin Meningkat", yang diselenggarakan KPwBI Aceh, di Gedung AAC Dayan Dawood, Banda Aceh.
Sebagai informasi, pascabencana banjir dan longsor akhir November 2025 lalu, telah membuat ekonomi Aceh pada triwulan IV tahun 2025 mengalami kontraksi -1,61 persen secara tahun ke tahun (y-on-y).
Kemudian, pertumbuhan ekonomi Aceh sepanjang 2025 juga melambat hanya mencapai 2,97 persen dibandingkan tahun 2024 yang tumbuh 4,46 persen.
Ia mengatakan terhadap kondisi sekarang, Aceh perlu menumbuhkan ekonomi sebesar 3,8-4,1 persen pada 2027 mendatang dengan perbaikan pada indikator makro seperti penurunan angka kemiskinan, pengangguran terbuka dan lainnya.
Medrilzam menjelaskan, adapun beberapa strategi rehab-rekon, nantinya dilakukan penguatan infrastruktur ekonomi seperti pasar, pergudangan dan logistik guna menjamin kelancaran rantai pasok, stabilitas ekonomi lokal, serta pemulihan mata pencaharian secara berkelanjutan.
Dirinya memaparkan, adapun tujuh strategi yang dapat dilakukan adalah, rekonstruksi berbasis ketahanan multi bahaya dan adaptasi perubahan iklim yang melampaui kondisi pra-bencana. Kemudian, perencanaan dan penganggaran berbasis risiko.
Lalu, memprioritaskan infrastruktur ekonomi kritis seperti pemulihan pasar induk, sentra distribusi pangan, gudang logistik dan akses transportasi yang berdampak langsung pada stabilitas harga serta UMKM.
Strategi lainnya, penguatan ketahanan rantai pasok, diversifikasi jalur distribusi, peningkatan kapasitas penyimpanan, dan digitalisasi sistem logistik.
Kelima, lanjut dia, skema pembiayaan inovatif, dengan mengoptimalkan APBN/APBD serta instrumen lainnya. Tata kelola dan kemitraan multi pihak juga perlu dilakukan antara pemerintah, swasta serta masyarakat.
Ketujuh, sinkronisasi rehabilitasi fisik dengan dukungan modal kerja, fasilitasi UMKM, dan penciptaan lapangan kerja.
"Untuk outcome yang diharapkan, pulihnya fungsi pasar dan distribusi dalam waktu cepat, stabilnya pasokan dan harga, meningkatkan ketahanan infrastruktur ekonomi terhadap risiko bencana, dan percepatan pemulihan ekonomi lokasi berbasis UMKM," kata Medrilzam menjelaskan.
Selain itu, dirinya juga berharap daerah dapat memperkuat pondasi keuangan dengan mengoptimalkan pendapatan asli daerah (PAD). Kembangkan potensi yang ada dan harap benar-benar digarap.
Ia mencontohkan seperti masalah sampah. Pertanyaannya apakah dananya masuk ke Pemda, dan jawabannya tidak, karena uang itu habis di tingkat pengumpul.
"Padahal sebenarnya itu harusnya menjadi pendapatan asli daerah. Peraturan daerah nya sudah ada, tapi ternyata tidak diimplementasikan, itu salah satu contoh kecil, belum lagi terkait dengan PBB, retribusi, dan lainnya," ujar dia.
Medrilzam kembali menekankan bahwa dalam upaya pemulihan ekonomi Aceh, maka rantai pasok dan distribusi menjadi kunci untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan barang. Kemudian, penguatan daya beli masyarakat melalui pemulihan mata pencaharian dan penciptaan lapangan kerja.
"Lalu, optimalkan pembiayaan melalui sinergi APBN, APBD, perbankan dan skema alternatif. Serta penguatan koordinasi antara pemerintah pusat, daerah dan Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas dalam mendorong pemulihan ekonomi," Katanya.
Pewarta: Rahmat Fajri
Editor: Virna P Setyorini
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·