PROKALTENG.CO – Kabupaten Barito Utara memasang target ambisius untuk meraih Piala Adipura dalam dua hingga tiga tahun ke depan.
Bupati Barito Utara, H. Shalahuddin menegaskan penghargaan lingkungan hidup itu bukan sekadar simbol, melainkan bukti keseriusan pemerintah dan masyarakat dalam menangani kebersihan dan pengelolaan sampah di wilayah yang dikenal dengan julukan Iya Mulik Bengkang Turan itu.
Dalam pernyataannya baru-baru ini, Shalahuddin mengakui bahwa pengelolaan sampah menjadi salah satu pekerjaan rumah terbesar di wilayah yang dijuluki Iya Mulik Bengkang Turan tersebut. Namun, ia tak ingin sekadar berbenah tanpa target jelas.
“Setiap kerja harus punya pencapaian. Adipura bukan sekadar penghargaan, tapi bukti bahwa kita serius dalam menangani urusan kebersihan dan lingkungan,” ujarnya.
Untuk mewujudkan mimpi itu, ia sudah memerintahkan jajaran Dinas Lingkungan Hidup agar menyusun strategi matang. Tak hanya memberi arahan dari jauh, Shalahuddin juga menyatakan siap turun langsung mendampingi proses penganggaran hingga menggandeng konsultan pengelolaan sampah. Langkah ini disebutnya penting untuk mengubah pola lama menuju sistem yang lebih modern dan berkelanjutan.
Harapannya, Muara Teweh sebagai ibu kota kabupaten bisa menjadi lokomotif perubahan. Jika seluruh elemen masyarakat dan pemerintah bergerak bersama, kata Shalahuddin, bukan tidak mungkin lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman akan terwujud dalam waktu dekat.
“Target ini menjadi motivasi bagi kita semua. Saya sudah sampaikan ke Kadis Lingkungan Hidup, dua atau tiga tahun ke depan, Adipura harus sudah ada di Barito Utara,” tegasnya.(kpg)

PROKALTENG.CO – Kabupaten Barito Utara memasang target ambisius untuk meraih Piala Adipura dalam dua hingga tiga tahun ke depan.
Bupati Barito Utara, H. Shalahuddin menegaskan penghargaan lingkungan hidup itu bukan sekadar simbol, melainkan bukti keseriusan pemerintah dan masyarakat dalam menangani kebersihan dan pengelolaan sampah di wilayah yang dikenal dengan julukan Iya Mulik Bengkang Turan itu.
Dalam pernyataannya baru-baru ini, Shalahuddin mengakui bahwa pengelolaan sampah menjadi salah satu pekerjaan rumah terbesar di wilayah yang dijuluki Iya Mulik Bengkang Turan tersebut. Namun, ia tak ingin sekadar berbenah tanpa target jelas.

“Setiap kerja harus punya pencapaian. Adipura bukan sekadar penghargaan, tapi bukti bahwa kita serius dalam menangani urusan kebersihan dan lingkungan,” ujarnya.
Untuk mewujudkan mimpi itu, ia sudah memerintahkan jajaran Dinas Lingkungan Hidup agar menyusun strategi matang. Tak hanya memberi arahan dari jauh, Shalahuddin juga menyatakan siap turun langsung mendampingi proses penganggaran hingga menggandeng konsultan pengelolaan sampah. Langkah ini disebutnya penting untuk mengubah pola lama menuju sistem yang lebih modern dan berkelanjutan.
Harapannya, Muara Teweh sebagai ibu kota kabupaten bisa menjadi lokomotif perubahan. Jika seluruh elemen masyarakat dan pemerintah bergerak bersama, kata Shalahuddin, bukan tidak mungkin lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman akan terwujud dalam waktu dekat.
“Target ini menjadi motivasi bagi kita semua. Saya sudah sampaikan ke Kadis Lingkungan Hidup, dua atau tiga tahun ke depan, Adipura harus sudah ada di Barito Utara,” tegasnya.(kpg)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·