BEI Masukkan Saham WBSA ke Daftar Konsentrasi Kepemilikan Tinggi

Sedang Trending 2 jam yang lalu

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) secara resmi menetapkan saham emiten logistik PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA) ke dalam daftar High Shareholding Concentration (HSC). Penetapan tersebut dilakukan pada Jumat (8/5/2026) berdasarkan struktur kepemilikan saham yang dinilai sangat terkonsentrasi pada pihak tertentu.

Keputusan ini diambil otoritas bursa setelah meninjau data kepemilikan saham per 7 Mei 2026 yang dikelola bersama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI). Dilansir dari Money, status HSC tersebut merujuk pada kondisi di mana porsi saham yang beredar di masyarakat luas relatif sangat terbatas dibandingkan kepemilikan pengendali.

Pihak otoritas bursa memberikan penjelasan mengenai status hukum dari pengumuman yang dikeluarkan bagi emiten perdana tahun 2026 tersebut.

"Pengumuman HSC ini tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan dan ketentuan yang berlaku di bidang pasar modal," demikian bunyi pengumuman BEI dan KSEI pada Jumat (8/5/2026).

Secara akumulasi, empat pemegang saham utama WBSA menguasai hingga 95,82 persen dari total modal yang ditempatkan. Data Stockbit mencatat Tiga Beruang Kalifornia sebagai pemegang saham terbesar dengan kepemilikan 6,85 miliar lembar atau setara 79,01 persen.

Entitas lain yang memegang porsi signifikan meliputi Caerdydd Investments sebesar 4,87 persen, Lion Trust sebanyak 4,11 persen, serta Zico Trust yang menguasai 3,74 persen saham. Perseroan sendiri baru saja melaksanakan penawaran umum perdana (IPO) pada 10 April 2026 dengan melepas 1,8 miliar saham baru.

Perusahaan yang meraup dana segar sebesar Rp 302,4 miliar dari pasar modal ini menetapkan harga perdana di level Rp 168 per saham. Meski saham WBSA ditutup melemah 9,69 persen ke posisi Rp 1.305 pada akhir pekan ini, nilainya masih jauh melampaui harga saat IPO.

WBSA saat ini beroperasi pada lingkup bisnis logistik yang komprehensif, mencakup angkutan barang khusus dan umum, sistem pergudangan, hingga layanan cold storage. Status operasional perseroan juga meliputi aktivitas perusahaan holding dan kawasan berikat.