BEI Tetapkan Saham WBSA Masuk Kategori Konsentrasi Kepemilikan Tinggi

Sedang Trending 56 menit yang lalu

Bursa Efek Indonesia (BEI) menetapkan status High Shareholding Concentration (HSC) terhadap saham PT BSA Logistic Tbk (WBSA) pada Rabu (13/5/2026). Dilansir dari Detik Finance, langkah ini diambil setelah ditemukan fakta bahwa mayoritas saham emiten perdana tahun 2026 tersebut dikuasai oleh segelintir pihak dengan total konsentrasi mencapai 95,82 persen.

Kepemilikan yang sangat terkonsentrasi tersebut mencakup saham dalam bentuk warkat maupun tanpa warkat. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menjelaskan bahwa penetapan kategori HSC ini dilakukan melalui metode penghitungan khusus setelah perusahaan logistik tersebut merampungkan proses penawaran umum perdana saham (IPO).

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, memberikan penjelasan mengenai proses audit kepemilikan saham tersebut.

"Setelah IPO baru dihitung, karena kan IPO-nya mengikuti ketentuan. Jadi, sekali lagi free float-nya cukup dan sebagainya, tapi kemudian kita lihat ternyata ada konsentrasi kepemilikan atau tidak," ungkap Hasan.

Penetapan status ini bukan merupakan bentuk pelanggaran aturan pasar modal, melainkan berfungsi sebagai instrumen transparansi bagi publik. Hasan menekankan bahwa informasi ini sangat penting bagi para pemodal untuk memitigasi risiko investasi.

"Kenapa kok nggak disanksi misalnya? Ya memang karena nggak melanggar, tapi kita ingin itu menjadi informasi yang dipegang oleh para investor. Setidaknya sebagai early warning. Jadi, investor kalau kok ternyata saham ini terbukti ada konsentrasi kepemilikan, nah kalau konsentrasi kepemilikan itu kan sederhananya kemungkinan besar atau dampak langsungnya adalah sangat rentan atas volatilitas," jelas Hasan.

Pihak bursa juga memastikan terus memantau dinamika perdagangan saham WBSA di pasar sekunder. Hal ini dilakukan guna menjaga stabilitas dan kepatuhan terhadap regulasi distribusi saham yang berlaku.

"Itu nanti akan oleh pengawas untuk dilakukan tindakan selanjutnya. Bagaimana proses distribusi pada saat IPO, dan kemudian juga kita perhatikan bagaimana transaksi di pasar sekundernya," kata Jeffrey Hendrik, Penjabat Sementara (Pjs) Direktur Utama BEI.

Berdasarkan rekam jejak korporasi, WBSA resmi mencatatkan sahamnya di BEI pada Jumat (10/4/2026) dengan melepas 1.800.000.000 lembar saham baru atau setara 20,75 persen modal. Pada perdagangan perdana, saham emiten ini langsung melonjak 34,52 persen ke level Rp 226 per saham dari harga penawaran Rp 168.

Data Penawaran Perdana WBSAIndikatorNilai/Keterangan
Tanggal IPO10 April 2026
Harga PenawaranRp 168 per saham
Total Dana TerhimpunRp 302,4 Miliar
Persentase Saham Dilepas20,75%

WBSA saat ini menjadi emiten pertama yang melantai di bursa pada tahun 2026 dengan fokus bisnis pada layanan angkutan multimoda. Dalam aksi korporasi tersebut, perusahaan menunjuk PT OCBS Sekuritas Indonesia dan PT Semesta Indovest Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek.