Jakarta (ANTARA) - Kegiatan Belajaraya Jakarta 2026 yang digagas oleh Semua Murid Semua Guru (SMSG) siap digelar pada 2 Mei 2026 untuk menampilkan kolaborasi apik berbagai sektor menciptakan pendidikan inklusif di Indonesia.
Kolaborasi berbagai sektor yang dimaksud di antaranya melibatkan Pemerintah, Komunitas dan Organisasi Pendidikan (KOP), akademisi, hingga banyak orang berpengaruh lainnya yang peduli terhadap perkembangan ekosistem pendidikan Indonesia agar dapat semakin inklusif.
"Semakin banyak jangkar kita berkolaborasi, insya Allah mengurangi kesenjangan, melalukan perbaikan akses pendidikan," kata Pendidik dan Inisiator SMSG Najelaa Shihab di Jakarta, Selasa.
Menurut Najelaa, Belajaraya Jakarta 2026 memang merupakan satu momentum namun dapat mewadahi kepentingan bersama untuk menyamakan persepsi mengenai pendidikan yang inklusif.
Acara ini akan menghadirkan berbagai ruang partisipasi publik seperti Ngobrol Publik, Kelas Belajar, Booth Komunitas, Pameran Karya, hingga Pertunjukan Musik yang membuka ruang belajar yang lebih inklusif, kolaboratif, dan menyenangkan bagi semua pihak.
Baca juga: Belajaraya 2023 dorong kolaborasi untuk pendidikan Indonesia
Dengan wadah yang sama, semua pihak dapat berbagi pengalaman dalam berinovasi membagikan ilmu kepada masyarakat sehingga cara-cara itu nantinya bisa diterapkan ke lebih banyak kelompok dan membuat akses pendidikan makin terjangkau.
"Mengintegrasikan langkah kita itu jadi penting sekali untuk menyelesaikan isu pendidikan. Karena kalau tidak program-program itu tidak mencapai dampak yang diharapkan kalau kita hanya bekerja dengan satu pemangku kepentingan," kata Najelaa.
Dalam Belajaraya Jakarta 2026, SMSG menggaet banyak pihak di antaranya Kementerian Komunikasi dan Digital, Bank Indonesia, 1000 KOP yang tergabung dalam SMSG, platform digital Canva, hingga platform inklusif pemberdayaan penyandang disabilitas KONEKIN.
Sekitar 10.000 peserta terdiri atas orang tua, penggerak pendidikan, hingga guru ditargetkan dapat meramaikan kegiatan yang digelar di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat pada 2 Mei 2026 itu.
Sebagai perwakilan pemerintah, Kepala Pusat Pengembangan Literasi Digital Badan Pengembangan SDM Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) Rizki Ameliah mengatakan kegiatan kolaborasi untuk menciptakan pendidikan inklusif memang dibutuhkan karena situasi pendidikan di Indonesia begitu dinamis.
Maka dari itu program seperti Belajaraya perlu digaungkan sebagai gerakan bersama dalam mewujudkan pendidikan dapat terjangkau bagi semua pihak.
“Pendidikan kita saat ini sangat dinamis, sehingga kunci utamanya adalah kolaborasi lintas sektor. Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri, kita perlu bergerak bersama dengan komunitas, swasta, dan akademisi. Di tengah perkembangan teknologi, termasuk AI, kita tidak boleh takut, tetapi harus melek dan mampu memanfaatkannya untuk meningkatkan keterampilan diri,” kata Rizki.
Informasi lebih lengkap mengenai kegiatan Belajaraya 2026 dan cara mendapatkan tiket dapat diakses melalui laman resmi https://ticketing.belajaraya2026.com
Baca juga: Sekolah Rakyat, harapan baru pendidikan Indonesia inklusif
Baca juga: Memotong rantai kemiskinan melalui pendidikan inklusif
Baca juga: Abdul Mu'ti: SPMB wujudkan pendidikan inklusif berkeadilan
Pewarta: Livia Kristianti
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·