Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Yogyakarta mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan lebat disertai petir dan gelombang laut tinggi di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta pada Minggu, 26 April 2026.
Kondisi cuaca ekstrem tersebut diprediksi melanda kawasan lereng Gunung Merapi, termasuk Kapanewon Pakem, Turi, dan Cangkringan, serta wilayah Perbukitan Menoreh seperti Samigaluh dan Girimulyo pada siang hari menurut laporan infonasional.com.
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Yogyakarta, Rahmad Tauladani, menjelaskan bahwa cuaca pada pagi hari di seluruh wilayah DIY cenderung cerah berawan sebelum mengalami perubahan signifikan memasuki siang hari.
"Tinggi gelombang laut di perairan selatan DIY berkisar 2,5 hingga 4 meter. Peringatan dini waspada potensi gelombang tinggi," ucap Rahmad, dalam siaran informasi cuaca di Pro1 RRI, Minggu, 26 April 2026 pagi.
Kecepatan angin di wilayah DIY terpantau antara 5 hingga 25 km/jam yang berhembus dari arah timur laut menuju tenggara dengan tingkat kelembaban udara mencapai 65-95 persen.
"Senantiasa perbarui informasi cuaca secara berkala dengan mengakses laman resmi media sosial BMKG dan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait kebencanaan seperti BPBD," katanya.
Intensitas hujan ringan diprediksi membasahi Kota Yogyakarta, termasuk kawasan Malioboro, serta wilayah pesisir mulai dari Pantai Parangtritis di Bantul hingga Yogyakarta International Airport di Kulon Progo menurut data infonasional.com.
BMKG juga mencatat suhu udara di wilayah DIY berada pada rentang 24 hingga 32 derajat celsius, sementara kawasan wisata pantai di Gunungkidul seperti Pantai Indrayanti diperkirakan diguyur hujan ringan hingga malam hari.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·