BMKG Ingatkan Potensi Megatsunami Ambon Setinggi 100 Meter

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau penguatan langkah mitigasi di wilayah Ambon, Maluku, guna mengantisipasi terulangnya sejarah megatsunami setinggi 100 meter. Peringatan tersebut disampaikan pada Selasa (12/5/2026) sebagai upaya meningkatkan kewaspadaan terhadap siklus bencana geologi di kawasan timur Indonesia.

Ancaman tsunami raksasa ini difokuskan pada wilayah pesisir utara Pulau Ambon yang memiliki rekam jejak destruktif dalam sejarah kebencanaan nasional. BMKG kini memprioritaskan kesiapan masyarakat setempat mengingat jejak bencana serupa pernah terjadi jauh sebelum peristiwa tsunami Aceh pada tahun 2004 silam.

Deputi Bidang Geofisika BMKG, Nelly Florida Riama, memaparkan bahwa getaran gempa bumi yang terjadi pada abad ke-17 telah menimbulkan dampak yang sangat mematikan di kawasan pesisir. Informasi ini dibahas secara mendalam dalam sebuah webinar yang fokus pada kesiapan Ambon menghadapi ancaman gelombang laut pasang.

"Kekuatan gempa juga telah mengakibatkan tsunami yang dahsyat utamanya di pesisir Utara Pulau Ambon," kata Nelly Florida Riama, Deputi Bidang Geofisika.

Para ahli mengklasifikasikan peristiwa yang terjadi pada 17 Februari 1674 tersebut sebagai megatsunami karena estimasi ketinggian gelombang mencapai angka 90 hingga 110 meter. Fenomena ini diduga tidak hanya dipicu oleh gempa tektonik, melainkan hasil kombinasi dengan longsoran tebing bawah laut atau submarine landslide.

Mekanisme longsoran tersebut secara drastis melipatgandakan energi gelombang dalam durasi yang sangat singkat. Kondisi ini memperpendek waktu evakuasi yang dimiliki warga di garis pantai untuk menyelamatkan diri dari terjangan air laut.

Catatan sejarah kolonial melalui pengamatan ilmuwan Belanda menunjukkan bahwa ribuan nyawa melayang serta terjadi kerusakan infrastruktur masif di sepanjang Semenanjung Hitu. Berdasarkan dokumentasi Georg Eberhard Rumphius, bencana dahsyat tersebut merenggut sedikitnya 2.000 jiwa penduduk.

Data sejarah tersebut saat ini menjadi landasan utama bagi BMKG dalam memperkuat program Ambon Tsunami Ready. Program ini dirancang sebagai bentuk antisipasi jangka panjang untuk memastikan penduduk memiliki kapasitas yang cukup dalam menghadapi potensi bencana di masa mendatang.