BMKG Prediksi Cuaca Panas Terik Selama Idul Adha 2026

Sedang Trending 56 menit yang lalu

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi cuaca pada Hari Raya Idul Adha 2026 berpotensi panas terik akibat transisi musim kemarau. Kondisi ini diprakirakan melanda sebagian besar wilayah Indonesia, terutama di Jawa dan Sumatera, pada periode Lebaran Haji akhir Mei mendatang.

Kenaikan suhu ini dipicu oleh masuknya musim kemarau secara bertahap di berbagai daerah. Pengumuman ini disampaikan guna mengimbau masyarakat agar waspada terhadap perubahan cuaca mendadak saat menjalankan ibadah kurban, sebagaimana dilansir dari Detikcom.

"Berdasarkan prediksi BMKG, sebagian wilayah Indonesia, termasuk sebagian wilayah Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, dan Jawa Timur diprakirakan mulai memasuki musim kemarau secara bertahap pada periode Mei II-III 2026," kata Pelaksana Harian (Plh) Direktur Meteorologi Publik BMKG, Ida Pramuwardani, Jumat (15/5/2026).

Penjelasan mengenai distribusi curah hujan pada akhir Mei 2026 menunjukkan bahwa mayoritas wilayah masih berada pada kategori menengah. Meskipun kemarau mulai tiba, beberapa titik di Indonesia bagian timur masih menghadapi potensi hujan dengan intensitas cukup tinggi.

"Kategori tinggi (150-300 mm per dasarian) diprakirakan berada di sebagian wilayah Maluku, sedangkan kategori menengah (50-150 mm per dasarian) berada di sebagian besar Sumatera, Jawa, Kalimantan, Bali, NTB, Sulawesi, Maluku Utara, dan Papua," ujarnya.

Prakiraan suhu panas ini secara spesifik merujuk pada kondisi pagi hingga siang hari selama periode puncak perayaan Idul Adha. Ida Pramuwardani menambahkan bahwa intensitas matahari yang kuat akan sangat terasa di daerah-daerah yang sudah tidak lagi mengalami hujan rutin.

"Dengan gambaran tersebut, cuaca pada 27-28 Mei 2026 secara umum berpotensi terasa cukup panas atau terik pada pagi hingga siang hari, terutama di wilayah yang mulai memasuki musim kemarau," sambungnya.

Kendati demikian, BMKG tetap mewaspadai adanya potensi hujan lokal yang bisa terjadi sewaktu-waktu. Fenomena ini biasanya muncul pada sore hingga malam hari di wilayah-wilayah yang memiliki tingkat kelembapan udara masih tinggi.

"Kondisi cuaca yang dapat berubah sewaktu-waktu ini perlu menjadi perhatian dalam perencanaan berbagai aktivitas, terutama pada periode Lebaran Haji," ungkapnya.

Masyarakat kini diminta untuk selalu memantau informasi resmi mengenai peringatan dini cuaca ekstrem. Langkah antisipasi dini diperlukan agar aktivitas luar ruangan selama Idul Adha tetap berjalan lancar meski kondisi atmosfer cenderung fluktuatif.