BMKG Tetapkan Status Siaga Cuaca Ekstrem di Sejumlah Wilayah

Sedang Trending 36 menit yang lalu

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menerbitkan peringatan dini mengenai potensi cuaca ekstrem yang dapat melanda berbagai kawasan di Indonesia. Prakiraan berbasis dampak ini berlaku untuk periode 22 hingga 23 Mei 2026.

Seperti dilansir dari Kompas, curah hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat diprediksi terjadi di beberapa daerah. Kondisi atmosfer tersebut memicu risiko bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, luapan sungai, serta genangan air.

Terkait ancaman tersebut, BMKG menetapkan status siaga terhadap dampak hujan lebat pada Jumat, 22 Mei 2026. Status siaga ini berlaku spesifik untuk wilayah Kepulauan Bangka Belitung, Kalimantan Barat, dan Maluku.

Cakupan wilayah yang masuk dalam kategori siaga terpantau meluas pada Sabtu, 23 Mei 2026. Daerah yang patut meningkatkan kewaspadaan meliputi Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, hingga Papua Pegunungan.

Selain ancaman curah hujan tinggi, peringatan dini mengenai potensi angin kencang juga dikeluarkan oleh pihak BMKG. Fenomena angin kencang ini diprediksi berembus di wilayah Nusa Tenggara Timur pada 22 dan 23 Mei 2026.

Masyarakat yang tinggal di zona rawan diimbau untuk terus mengantisipasi segala kemungkinan dampak buruk. Kewaspadaan ekstra diperlukan guna menghadapi potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan berlangsung selama beberapa hari ke depan.

Pihak BMKG merilis daftar lengkap provinsi yang berstatus waspada terhadap potensi perubahan cuaca ekstrem pada tanggal 22 Mei 2026. Di Pulau Sumatra, wilayah yang tercatat meliputi Sumatra Utara, Sumatra Barat, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Bengkulu, dan Lampung.

Sementara untuk wilayah Jawa dan Nusa Tenggara, potensi serupa membayangi Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Nusa Tenggara Barat, serta Nusa Tenggara Timur.

Kondisi waspada juga berlaku untuk seluruh daratan Kalimantan, yang mencakup Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, dan Kalimantan Selatan.

Bergerak ke bagian timur Indonesia, wilayah Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tenggara turut masuk dalam pemetaan BMKG.

Kawasan kepulauan timur dan Papua melengkapi daftar ini melalui Maluku Utara, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan, serta Papua.