BNI cetak laba bersih Rp5,6 triliun di kuartal I

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta (ANTARA) - PT Bank Negara Indonesia Persero Tbk (BNI) mencetak laba bersih Rp5,6 triliun pada kuartal I 2026 didukung pertumbuhan kredit dan peningkatan dana murah (CASA) di tengah ketidakpastian global.

“BNI terus menjaga momentum pertumbuhan dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian serta disiplin dalam pengelolaan risiko di tengah dinamika global yang penuh tantangan,” ujar Direktur Utama BNI Putrama Wahju Setyawan dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu.

Menurut data BNI, pertumbuhan dana murah (CASA) mencapai 26,6 persen secara tahunan (YoY) menjadi Rp731,6 triliun pada Maret 2026 yang ditopang oleh pertumbuhan giro sebesar 39,7 persen (YoY) dan tabungan tumbuh 10,4 persen (YoY), yang memperkuat Dana Pihak Ketiga (DPK).

Dengan pertumbuhan CASA, penyaluran kredit BNI bertumbuh 20,1 persen (YoY) menjadi Rp919,3 triliun pada Maret 2026. Penyaluran kredit ini tumbuh seimbang di sisi perbankan bisnis dan ritel untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Baca juga: BNI kenalkan panduan agar nasabah mewaspadai kejahatan siber

Dengan pendanaan dan kredit itu, pertumbuhan pendapatan bunga bersih (NII) BNI tercatat sebesar 12,1 persen (YoY), sedangkan pendapatan non-bunga tumbuh 12,6 persen.

Putrama mengatakan capaian di kuartal I 2026 ini mencerminkan ketahanan model bisnis perseroan yang dibangun melalui penguatan fundamental, produktivitas, dan transformasi berkelanjutan.

Ia menjelaskan BNI juga memperkuat pondasi permodalan di tengah ketidakpastian global, dengan menerbitkan instrumen Additional Tier-1 (AT1) sebesar 700 juta dolar AS atau setara Rp11,9 triliun pada April 2026.

"Permodalan ini semakin meningkatkan kapasitas BNI dalam mengantisipasi potensi risiko sekaligus membuka ruang ekspansi bisnis secara berkelanjutan dan sehat di masa yang akan datang," kata Putrama.

Pewarta: Indra Arief Pribadi
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.