Staf IGD RSCM Faridah Utami Korban Kecelakaan Kereta Dimakamkan di Boyolali

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jenazah Faridah Utami (50), staf IGD Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta yang menjadi korban kecelakaan kereta api, telah dimakamkan di kampung halamannya. Pemakaman berlangsung di Desa Kopen, Kecamatan Teras, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.

Isak tangis keluarga pecah saat peti jenazah diberangkatkan menuju tempat peristirahatan terakhir di Astonoloyo Dukuh Kopen sekitar pukul 11.00 WIB. Sejumlah karangan bunga dari pejabat Kemenkes RI tampak memenuhi area rumah duka sebagai bentuk penghormatan terakhir, dilansir dari Detikcom.

Faridah merupakan korban dalam peristiwa kecelakaan yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur. Almarhumah meninggalkan seorang suami, tiga orang anak, serta dua orang cucu setelah insiden tragis tersebut.

"Farida Hutami itu meninggal karena memang kecelakaan yang terjadi pada tanggal 27 April (2026) ya. Kecelakaan (KA) Argo (Bromo Anggrek) dengan KRL," kata Farid Rojab, kakak kandung korban.

Berdasarkan keterangan pihak keluarga, lokasi makam Faridah berada tepat di samping makam ayahnya, Abdul Chajj, serta makam adiknya. Prosesi pemakaman ini dihadiri oleh ratusan warga, tetangga, hingga rekan kerja yang sengaja datang untuk mengantar jenazah.

Farid menjelaskan bahwa adiknya tersebut sedang dalam perjalanan kembali ke Jakarta setelah mudik untuk menjenguk ibu mereka di Boyolali. Saat kecelakaan terjadi, Farid ternyata berada di rangkaian KRL yang berbeda dalam perjalanan pulang kerja.

"Ida (Faridah) itu sebetulnya pulangnya itu selalu sebelum magrib itu sampai rumah. Dia kan kerja di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo di Jakarta. Karena dari kampung, dia pulang agak malam," ujar Farid.

Farid sempat menerima informasi adanya gangguan perjalanan KRL saat posisinya sampai di daerah Tambun. Ia tidak menyangka bahwa adiknya merupakan salah satu korban dalam tabrakan kereta yang melibatkan kereta api cepat dan kereta rel listrik tersebut.