Jakarta (ANTARA) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan tim gabungan mengoperasikan empat unit rakit kayu penyeberangan untuk mempercepat penanganan dampak banjir di Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara, menyusul masih terisolasinya salah satu desa terdampak.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari di Jakarta, Rabu, mengatakan bahwa banjir yang terjadi sejak Senin (11/5) tersebut mengakibatkan akses menuju Desa Tambakua di Kecamatan Landawe masih sulit ditembus meski genangan air mulai berangsur surut.
"Untuk mempercepat penanganan dan mendukung mobilitas warga serta distribusi logistik, BPBD bersama tim gabungan mengoperasikan empat unit rakit penyeberangan di titik yang sulit diakses," kata dia.
Pusat Pengendalian Operasi BNPB melaporkan bencana tersebut berdampak pada 692 warga yang tersebar di delapan desa dalam enam wilayah kecamatan.
Mulai dari Desa Sama Subur dan Desa Tondowatu di Kecamatan Motui; Desa Puuwonua, Desa Labungga, dan Desa Laronanga di Kecamatan Andowia; UPT Trans Hilau di Kecamatan Oheo; Desa Polora Indah di Kecamatan Langgikima; serta Desa Tambakua di Kecamatan Landawe.
Selain merendam 148 unit rumah, banjir juga berdampak terhadap infrastruktur publik yang meliputi dua fasilitas pendidikan, dua unit jembatan, dan empat titik akses jalan utama.
Sektor pertanian warga turut mengalami kerugian dengan tercatatnya sekitar 19 hektare lahan persawahan yang ikut terendam luapan air.
Abdul memastikan bahwa pemerintah daerah setempat sudah mengaktifkan posko lapangan dan menyalurkan bantuan logistik ke setiap lokasi tempat berkumpul sementara penyintas, maupun warga yang bertahan di rumah.
Dalam kondisi tersebut dilaporkan petugas dari tim gabungan tetap disiagakan dibawah koordinasi BPBD Konawe Utara dan Polres setempat untuk mengantisipasi potensi banjir susulan dan memastikan seluruh kebutuhan dasar pengungsi terpenuhi.
Baca juga: Mentan instruksikan BWS perbaiki tanggul jebol penyebab banjir Kendari
Baca juga: BRIN siapkan lima teknologi unggulan, lindungi Pantura dari banjir rob
Baca juga: Petugas siapkan lokasi pengungsian korban banjir di Balai Desa Jamali
Pewarta: M. Riezko Bima Elko Prasetyo
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
58 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·