BNPB Verifikasi Dugaan Korban Jiwa Erupsi Gunung Dukono

Sedang Trending 55 menit yang lalu

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan verifikasi atas laporan jatuhnya korban jiwa menyusul erupsi Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, pada Jumat (8/5/2026). Aktivitas vulkanik yang terjadi pukul 07.41 WIT tersebut melontarkan kolom abu setinggi 10.000 meter dan berdampak pada sejumlah pendaki di area puncak.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengonfirmasi bahwa sedikitnya lima orang pendaki mengalami luka-luka akibat kejadian tersebut. Saat ini, tim gabungan terus melakukan penyisiran untuk mengevakuasi para pendaki yang masih terjebak di kawasan berbahaya.

"Tim gabungan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) terus melakukan penyisiran serta evakuasi terhadap para pendaki yang berada di kawasan gunung saat aktivitas vulkanik meningkat," kata Abdul Muhari, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB.

Abdul menambahkan bahwa gunung dengan status Level II (Waspada) ini sebenarnya telah menunjukkan peningkatan aktivitas kegempaan yang signifikan sejak akhir Maret lalu.

"Gunung Dukono yang saat ini berstatus Level II (Waspada) mengalami peningkatan aktivitas visual dan kegempaan sejak 29 Maret 2026, dengan rata-rata tercatat sebanyak 95 kejadian erupsi," ungkap Abdul Muhari, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB.

Petugas di lapangan masih mendata identitas para korban di tengah upaya penanganan darurat. Selain lima korban luka, terdapat laporan awal mengenai dua wisatawan yang diduga meninggal dunia, namun informasi ini masih menunggu konfirmasi final dari pihak Basarnas.

Berdasarkan koordinasi antarinstansi, muncul dugaan adanya kelalaian pihak pengelola wisata yang tetap mengizinkan pendakian. Padahal, Kementerian Pariwisata dilaporkan telah menerbitkan surat penutupan jalur pendakian demi keselamatan masyarakat dan wisatawan.

Kondisi di lapangan saat ini terpantau kolom erupsi berwarna gelap disertai dentuman dengan amplitudo maksimum mencapai 34 mm. Masyarakat di Desa Mamunya, Kecamatan Galela, menjadi salah satu wilayah yang terdampak langsung oleh material vulkanik tersebut.

"Masyarakat di sekitar gunung juga diminta tidak beraktivitas dalam radius berbahaya yang telah direkomendasikan otoritas terkait serta menggunakan masker apabila terjadi hujan abu vulkanik," tutur Abdul Muhari, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB.

Pemerintah daerah bersama TNI/Polri telah mendirikan Posko Tanggap Darurat Bencana Terpadu di Halmahera Utara untuk mempercepat proses evakuasi dan pendataan warga terdampak.