PBSI: Kegagalan di Piala Thomas karena kondisi psikologis

Sedang Trending 57 menit yang lalu

Jakarta (ANTARA) - Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI Eng Hian mengatakan, kegagalan Indonesia lolos dari fase grup Piala Thomas 2026 salah satunya terjadi karena kondisi psikologis atlet yang kurang baik.

"Atlet menyampaikan ada ketegangan di lapangan yang sulit diatasi," ujar Eng Hian pada konferensi pers di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta, Jumat.

Dia mencontohkan, pebulu tangkis tunggal putra Alwi Farhan yang detak jantungnya sempat mencapai 200 denyut per menit (bpm) karena hal tersebut.

Baca juga: PBSI apresiasi pencapaian Putri KW dkk di Piala Uber 2026

Baca juga: PBSI siapkan program akselerasi atlet

"Itu faktor manusia yang tidak bisa diukur pakai angka," kata Eng Hian

Eng Hian mengatakan bahwa tekanan terhadap atlet menjadi faktor utama hasil minor yang diraih Indonesia di Piala Thomas 2026.

"Faktor utamanya adalah tekanan terhadap atlet. Keinginan mereka begitu tinggi dan berpikir bisa mengalahkan Thailand yang bisa menang lawan Prancis tapi dari keinginan itu pemain tidak bisa mengontrol emosinya," tutur Eng Hian.

Di Piala Thomas 2026, Indonesia tergabung di Grup D bersama Prancis, Thailand, dan Aljazair.

Di grup tersebut, Fajar Alfian dan kawan-kawan bisa mengunci kemenangan atas Aljazair (5-0) dan Thailand (3-2).

Namun satu kemenangan krusial untuk bisa menyegel satu tiket ke babak gugur tidak dapat diraih oleh Indonesia setelah mengakui ketangguhan Prancis (1-4).

Hasil itu sekaligus mencoreng jejak Indonesia di Piala Thomas karena untuk pertama kalinya dalam sejarah gagal melaju ke babak gugur.

Baca juga: PBSI: Pembinaan atlet akan jauh lebih terarah

Baca juga: Taufik Hidayat: Semua elemen di PBSI harus introspeksi

Pewarta: Fajar Satriyo
Editor: Michael Teguh Adiputra Siahaan
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.