Bobby Nasution Batasi Perjalanan Dinas Wali Kota Medan ke China

Sedang Trending 41 menit yang lalu

Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution membatasi izin perjalanan dinas luar negeri jajaran Pemerintah Kota Medan ke China demi menjalankan instruksi pembatasan dari pemerintah pusat, dilansir dari Detikcom pada Senin (25/5/2026).

Langkah penolakan dokumen perjalanan dinas tersebut diambil karena adanya arahan langsung dari Presiden dan Kementerian Dalam Negeri. Penegasan ini menanggapi pernyataan Wali Kota Medan Rico Waas yang mengaku berobat ke luar negeri berbekal izin Kemendagri.

Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menjelaskan bahwa wewenang pemberian izin ke luar negeri sepenuhnya berada di tangan Menteri Dalam Negeri. Pihaknya di daerah hanya meneruskan instruksi terkait efisiensi perjalanan luar negeri pejabat daerah.

"Ini ya, pokoknya izin ke luar negeri itu memang wewenangnya Mendagri. Ini wewenangnya Mendagri. Nah, kemarin kan pada saat itu, Pak Mendagri disampaikan Pak Presiden, 'Tolong dicatat.' Ya, kita sebagai anak buahnya Pak Mendagri juga, anak buahnya Pak Presiden, menyampaikan di Sumut ada," kata Bobby Nasution, Gubernur Sumatera Utara.

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara memosisikan diri sebagai pihak yang melaporkan mobilitas kepala daerah di wilayahnya kepada pemerintah pusat. Bobby Nasution menambahkan, kepergian yang mengantongi izin resmi dari pusat berarti telah memenuhi koridor hukum.

"Jadi, nggak perlu dicari-cari, kita hanya menyampaikan. Kalau izinnya sudah dari Kemendagri, ya alhamdulillah, gitu. Berarti sudah mengikuti aturan," ujar Bobby Nasution, Gubernur Sumatera Utara.

Tindakan tegas penolakan surat dinas sebelumnya menyasar rombongan besar instansi eksekutif dan legislatif Kota Medan. Bobby Nasution menilai pembatasan tersebut murni bagian dari tugas struktural, bukan untuk menghambat kinerja pemerintahan daerah.

"Hal-hal yang pernah kita tolak atau di situ dianggap sulit, ya kita hanya menjalankan instruksi, arahan, saran dari pemerintah pusat, dari Pak Mendagri juga menyampaikan, 'Kalau bisa dibatasin'," ujar Bobby Nasution, Gubernur Sumatera Utara.

Kebijakan pengetatan ini diterapkan secara objektif terhadap pengajuan keberangkatan massal antarlembaga tersebut.

"Apalagi kemarin berangkatnya ramai-ramai, antara eksekutif dan legislatifnya mau berangkat ke China kemarin, ke China. Memang saya tolak suratnya. Kalau itu dianggap menghambat, ya saya rasa saya hanya menjalankan tugas," sambung Bobby Nasution, Gubernur Sumatera Utara.

Di sisi lain, Wali Kota Medan Rico Waas memberikan klarifikasi mengenai keberadaannya di luar negeri yang disebutnya murni untuk keperluan medis. Rico Waas mengutarakan bahwa pelaporan kepada Kemendagri telah dilakukan secara tertulis sebelumnya.

"Benar bahwa saya sedang berada di luar negeri untuk menjalani pengobatan. Jauh-jauh hari saya sudah merencanakan berobat, tapi waktunya tidak dapat. Kebetulan ini ada waktu libur, makanya saya berangkat dan sudah lapor kepada Mendagri untuk agenda tersebut," kata Rico Tri Putra Bayu Waas, Wali Kota Medan.

Rico Waas juga mengakui bahwa jalinan komunikasi antara Pemerintah Kota Medan dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara saat ini masih menghadapi kendala dan belum berjalan optimal.