Kapal Tanker China Terbakar Usai Serangan di Dekat Selat Hormuz

Sedang Trending 58 menit yang lalu

Kebakaran melanda dek sebuah kapal tanker minyak milik perusahaan asal China setelah menjadi sasaran serangan di kawasan lepas pantai Pelabuhan Al Jeer, Uni Emirat Arab, pada Senin (4/5).

Lokasi insiden yang berada di mulut Selat Hormuz ini menandai serangan pertama terhadap kapal asal Negeri Tirai Bambu di jalur strategis tersebut, sebagaimana dilaporkan oleh media China, Caixin.

Berdasarkan laporan Caixin, identitas kepemilikan kapal tersebut terlihat sangat menonjol dengan tulisan "China Owner & Crew" yang terpampang jelas pada bagian luar badan tanker tersebut.

Laporan media lokal itu merinci bahwa serangan terjadi di awal pekan ini dan langsung memicu api pada bagian dek kapal, meski belum ada rincian lebih lanjut mengenai jumlah kerusakan total atau kondisi awak di dalamnya.

Situasi keamanan di Selat Hormuz saat ini berada dalam level yang mengkhawatirkan setelah Amerika Serikat dan Israel meluncurkan operasi militer gabungan terhadap Iran pada 28 Februari lalu.

Serangan tersebut dilaporkan telah menghancurkan sejumlah infrastruktur penting dan menimbulkan korban jiwa dari kalangan warga sipil di wilayah Iran, yang kemudian memicu eskalasi konflik di kawasan.

Meskipun Washington dan Teheran sempat menyepakati adanya gencatan senjata pada 7 April, namun proses perundingan lanjutan yang digelar di Islamabad hingga saat ini belum mampu membuahkan hasil kesepakatan permanen apa pun.

Guna memberikan kesempatan bagi pihak Iran dalam menyusun proposal gabungan yang baru, Presiden AS Donald Trump telah memutuskan untuk memperpanjang durasi gencatan senjata tersebut untuk sementara waktu.

Dampak dari ketegangan yang terus memanas ini menyebabkan aktivitas pelayaran komersial di Selat Hormuz hampir berhenti secara total, padahal wilayah ini merupakan jalur utama pasokan minyak dan gas alam cair (LNG) global.

Lumpuhnya lalu lintas di rute kunci yang menghubungkan produsen di Teluk Persia dengan pasar dunia ini telah memicu lonjakan harga minyak mentah di berbagai pasar internasional.