BPMA Alirkan Gas Blok Andaman Lewat Pipa Dusem pada 2028

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) menargetkan penyaluran cadangan gas bumi dari Blok Andaman di Aceh melalui pipa transmisi Dumai-Sei Mangkei (Dusem) mulai tahun 2028, sebagaimana dilansir dari Bloomberg Technoz pada Kamis (21/5/2026).

Infrastruktur pipa gas tersebut disiapkan untuk mengalirkan hasil produksi dari lepas pantai Aceh secara langsung menuju wilayah Sumatra hingga Jawa. Target penyelesaian pembangunan jaringan ini sejalan dengan jadwal masuknya pasokan gas dari produsen migas.

“Pak Laode [Dirjen Migas] bilang 2028 selesai [Dusem]. Itu baru [gas] dia bisa tersambung. Jadi, memang targetnya di Mubadala. Mubadala masuk kan 2028 dan 2029 baru kita tuh over [kelebihan] gas ya,” ungkap Kepala BMPA Nasri Djalal dalam IPA Convex 2026 di ICE BSD, Kamis (21/5/2026).

Nasri Djalal menjelaskan bahwa saat ini jalur pipa kendali (trimline control line) dari Arun menuju Medan sudah tersedia. Jaringan terintegrasi dari ujung Aceh sampai ke Pulau Jawa baru akan terwujud sepenuhnya begitu sambungan pipa Dusem selesai dikerjakan.

“Jadi, begitu itu tersambung, semuanya dari Aceh itu sampai ke Jawa tersambung pipanya. Nah, saat ini yang eksisting kan ada pipa Arbel namanya. Arun Belawan,” tambahnya.

Tantangan besar membayangi proyek ini karena proses distribusi gas dari lapangan lepas pantai memerlukan infrastruktur bawah laut yang rumit. Selain kompleksitas teknis, proyek ini menghadapi kondisi lingkungan laut yang ekstrem serta risiko keselamatan kerja yang tinggi.

“Nah apalagi nanti ini kan dibuat pipeline dari offshore ke dalam. Kemudian skemanya adalah pakai APBN dan menggunakan multi-years contract. Nah jadi ya kita berprediksi sesuai dengan apa yang disampaikan oleh Dirjen Migas,” ungkapnya.

Penyaluran gas dari Blok Andaman ini juga diharapkan menjadi solusi jangka panjang untuk memenuhi kebutuhan bahan baku industri domestik. Salah satu target utamanya adalah menyuplai kebutuhan pasokan gas bagi PT Pupuk Iskandar Muda.

“Mubadalah sebesar 300 MMSCFD. Tapi mungkin diolah di kita [BPMA] sekitar 100-an atau 150-an. Dan kita harap ketergantungan PT Pupuk Iskandar Muda dengan BP itu bisa selesai dengan gas tersebut,” ujarnya.

Mubadala Energy bertindak selaku pengelola lima wilayah kerja di Laut Andaman dengan proyeksi total potensi cadangan mencapai 11 Triliun Kaki Kubik (TCF). Untuk tahap awal di Blok South Andaman, produksi gas sebesar 312 MMSCFD ditargetkan mulai mengalir sebelum akhir tahun 2028.