Jakarta (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta, merujuk hasil survei penduduk antarpenduduk (Supas) 2025, menyatakan Jakarta memasuki masa penuaan penduduk (aging population) yang ditandai dengan proporsi penduduk lansia sebesar 12,01 persen.
"Hampir seluruh kabupaten/kota di DKI Jakarta telah mengalami penuaan penduduk. Kondisi ini menandakan perlunya kebijakan pemerintah yang ramah lansia," kata Kepala BPS DKI Jakarta Kadarmanto di Jakarta, Selasa.
Masa penuaan penduduk ditandai oleh persentase penduduk berusia 60 tahun ke atas sebesar 10 persen atau lebih.
Berdasarkan wilayah, kecuali Kepulauan Seribu, seluruh wilayah administrasi kota di Jakarta saat ini telah menunjukkan aging population.
Persentase terbanyak berada di Jakarta Pusat dengan angka aging population 14,12 persen, diikuti Jakarta Selatan sebesar 12,55 persen, Jakarta Timur sebesar 11,70 persen, Jakarta Barat sebesar 11,68 persen, Jakarta Utara sebesar 11,19 persen dan Kepulauan Seribu sebesar 8,6 persen.
Baca juga: Indeks Ketimpangan Gender Jakarta terendah secara nasional
Kadarmanto juga menyampaikan terkait rasio ketergantungan DKI Jakarta pada Supas 2025 yang mengalami peningkatan, namun masih di bawah 50, yaitu tercatat sebesar 40,34.
"Artinya, setiap 100 penduduk usia produktif, menanggung sekitar 40 penduduk usia non-produktif," tutur Kadarmanto.
Rasio tersebut meningkat dibandingkan hasil Sensus Penduduk 2010 (36,94) dan Sensus Penduduk 2020 (39,73) seiring dengan peningkatan proporsi penduduk usia produktif (15-64 tahun).
Meskipun meningkat, selama periode 2010-2025, rasio ketergantungan tetap berada di bawah 50, yang menunjukkan Jakarta masih berada dalam fase bonus demografi.
Sementara itu, dari sisi kabupaten/kota, Jakarta Selatan memiliki rasio ketergantungan terendah sebesar 39,00, sedangkan Kepulauan Seribu mencatat rasio ketergantungan tertinggi sebesar 45,81.
Baca juga: Pekerja informal di Jakarta meningkat pada Februari 2026
Baca juga: Jumlah pengangguran di Jakarta turun jadi 334 ribu orang
Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Rr. Cornea Khairany
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·